Operasi Ketupat Nala 2018 Kerahkan 300 Personel

APRI- Ops Patuh Nala
APRI/Bengkulu Ekspress
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi WN SH SIK MM, Dandim 0423/Bengkulu Utara, Letkol Arh Ari Trisenta Nursano SSos MSi, Kajari Bengkulu Utara, Fatkhuri SH, Ketua PN Arma, Alex Adam Faisal SH saat patroli bersama di Kecamatan Kota Arga Makmur, kemarin (6/6).

ARGA MAKMUR BENGKULU UTARA, Bengkulu Ekspress– Sebanyak 300 personel dilibatkan dalam pengamanan Operasi Ketupat Nala 2018 Polres Bengkulu Utara (BU).  Para personel gabungan ini bertugas menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1439 H tahun ini.

‘’Sebanyak 300 personel dilibatkan. Mulai dari personel Polres Bengkulu Utara sebanyak 107 orang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP serta SKPD lain dan Ormas,’’ ujar Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi WN SH SIK MM kepada BE ditemui usai memimpin Gelar Pasukan Ops Ketupat Nala di halaman Polres BU, kemarin (6/6).

Kapolres mengungkapkan, untuk pengamanan arus mudik lebaran Polres membuat 5 pos pelayanan dan pengamanan. Mulai dari depan Terminal Purwodadi Kecamatan Kota Arga Makmur, Ketahun, Pondok Kelapa, Taba Penanjung dan Lais. ‘’Totalnya ada 5 pos pelayanan dan keamanan yang akan kita dirikan dalam Ops Ketupat Nala 2018 ini,’’ ungkapnya.

Kapolres menambahkan, arus mudik lebaran tahun ini tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu berlebihan, lantaran cuti bersama waktunya sangat panjang. Untuk itu, diprediksikan arus mudik sudah mulai terjadi pada hari Jumat (8/6) mendatang.

‘’Mudah-mudahan mudik lebaran tahun ini terpecah, sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Karena, libur dan cuti bersama yang waktunya cukup panjang,’’ terangnya.

Kapolres juga menyampaikan bagi warga yang melaksanakan mudik lebaran agar dapat memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan dalam keadaan aman. Melaporkan kepada RT/RW serta kepala desa setempat. ‘’Yang perlu diantisipasi adalah pencurian rumah kosong, kebakaran dan aksi pebegalan,’’ tuturnya.

Sedangkan mengenai jalan yang rawan longsor, Kapolres menyebutkan akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan BPBD Bengkulu Utara dan Provinsi dalam penanganannya. ‘’Untuk daerah rawan longsor kita akan meminta bantuan peralatan dari DPUPR dan BPBD,’’ pungkasnya.(816)