Operasi Elpiji 3 KG Tak Tertib, Ini Alasannya

operasi pasarBENGKULU, bengkuluekspress.com – Pada hari terakhir operasi pasar gas elpiji 3kg bersubsidi, Kamis (19/10/17) ratusan warga yang ingin mendapatkan gas elpiji 3kg kembali mengular di halaman Kantor Camat Muara Bangkahulu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu mengaku kesulitan dalam melakukan pengawasan pendistribusian gas melon tersebut.

Longgarnya pengawasan saat pendistribusian gas dalam Operasi Pasar ini ditenggarai menjadi celah bagi masyarakat untuk memperoleh gas elpiji 3kg lebih dari 1 tabung. Dalam operasi pasar ini Disperindag hanya mencatat nama warga yang membeli dalam buku dan tidak menggunakan KK sebagaimana aturan yang disebutkan sebelumnya. Ketidaktegasan ini mengakibatkan banyak warga yang mengantre berulang kali dan mendapatkan gas elpiji lebih dari 1 tabung.

“Kita punya buku kendali, jadi nanti dicatat dalam buku siapa saja yang sudah membeli gas ini,” ujar Kabid Sarana Perdagangan dan Tertib Niaga Disperindag Kota Bengkulu, Yuliansyah.

Yuliansyah mengatakan, keterbatasan waktu dalam persiapan operasi pasarlah yang membuat mereka tidak menerapkan aturan penyerahan KK ini.

“Jadi operasi yang dilaksanakan dari kemarin ini memang waktunya mepet ya, mendesak. Kami sendiri perindag mendapat informasi pelaksanaan ini hanya satu malam. Jadi untuk syarat-syarat itu belum bisa kita terapkan. Tapi mengantisipasi kita sudah koordinasi dengan Kepolisian dan Pertamina agar tidak ada yang mendapat tabung gas lebih dari satu,” jelas Yuliansyah.

Kendati demikian, dari pantauan tim bengkuluekspress.com dalam pelaksanaan operasi pasar ini masih saja ada masyarakat yang mendapat tabung gas lebih dari satu. Menanggapi hal ini, Yuliansyah berdalih bahwa jika tidak lebih dari 4 tabung maka tidak akan begitu berdampak bagi masyarakat.

“Ini permasalahannya, kita kan tidak tahu mana yang satu keluarga, Bapak Ibu dan Anaknya. Tapi yang jelas kalau sekedar 1 atau 2 dia lain-lain orang, itu juga tidak terlalu signifikan mempengaruhi. Yang penting yang belum mendapat bisa mendapatkan tabung gas dengan HET Rp 15.300,” ujar Yuliansyah.(ibe)