OPD Ragu Ajukan Lelang


BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sampai akhir Januari ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu masih minim mengajukan lelang kegiatan yang sudah teranggarkan di APBD 2020. Sejauh ini baru satu paket yang diajukan lelang, yaitu DID pembangunan gedung Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi dengan anggaran Rp 280 juta. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Gustiadi mengatakan, belum banyak OPD mangajukan lelang lantaran OPD takut terutang dari paket program yang akan dikerjakan.

“Kami sudah koordinasi dengan OPD terkait, menanyakan masalah ini. Beberapa OPD menjawab, takut terutang lagi kalau mulai dilelang,” terang Gustiadi kepada BE, kemarin (28/1).

OPD mengklaim belajar dari tahun 2019 lalu, banyak pekerjaan yang dilelang terutang saat pembayaran. OPD banyak memilih untuk memastikan anggaran terlebih dahulu, sebelum mengajukan proses lelang ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi. “Kepastian anggaran itu yang dipertanyakan OPD,” tambahnya.

Gustiadi menilai, langkah OPD seperti bukan hal yang tepat. Harusnya OPD itu segera melakukan proses lelang. Sebab, anggaran itu semuanya sudah tersedia di APBD 2020 yang sudah diketok palu oleh DPRD Provinsi Bengkulu.
“Jika seperti ini terus, maka program di APBD tahun ini sulit untuk direalisasikan,” bebernya.

Bahkan dampaknya akan banyak sisa hitungan lebih anggaran (SiLPA) di APBD 2020 nantinya. Hal ini, menurut Politisi Partai Gerindra itu, jangan sampai terjadi. Karena yang akan dirugikan adalah masyarakat. “Kami minta untuk segera lakukan lelang,” tutur Gustiadi.

Ia menegaskan, semua OPD harus memulai proses lelang sejak awal bulan depan, khususnya program dengan anggaran besar. Seperti program fisik, pembangunan jalan dua jalur dan penataan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) sebesar Rp 78 miliar, lanjutan pembangunan jalan lainnya yang sudah teranggarkan tahun ini. “Kalau tidak mau lelang, kami akan panggil semua OPD,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris UKPBJ Provinsi Bengkulu, Oktin Elevan ST MSi mengatakan, memang saat ini baru satu peket yang masuk lelang. Itupun hanya DID atau perencanaan pembangunan gedung BMA Provinsi. Selebihnya belum ada program yang masuk untuk dilakukan proses lelang. “Iya belum ada tambahaan, baru satu paket yang masuk,” terang Oktin. (151)