OPD Diminta Terlibat Tekan Jumlah Penduduk

FOTO ILMI/BE – Sekda Kota, Marjon, saat membuka acara sosialisasi yang digelar di Raffles City Hotel Bengkulu, Senin (02/12).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2AP3KB), Senin (02/12), menggelar sosialisasi dan desiminasi kebijakan dan strategi pengendalian penduduk di tingkat Kota Bengkulu.

Acara yang digelar di Raffless City Hotel itu diikuti sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) ini, dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon. Sekda mengungkapkan, upaya pengendalian penduduk ini menjadi fokus bagi Pemerintah Kota, agar kedepan bisa menjaga kesejahteraan di kalangan masyarakat.

Selain itu, Sekda juga menegaskan upaya pengendalian penduduk ini harus melibatkan sejumlah OPD. Mengingat untuk benar-benar mencapai kesejahteraan masyarakat, banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah. Selain dengan menjaga pertumbuhan penduduk, dibutuhkan juga sejumlah infrastruktur dan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga peran aktif dari sejumlah OPD pun sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut.

“Apa yang dibahas dalam acara ini ialah berbagai langkah untuk menekan angka penduduk. Untuk mencapai kesejahteraan, sangat berkaitan dengan jumlah penduduk. Mengingat semakin banyak penduduk maka akan semakin banyak pembiayaan yang dikeluarkan,” jelas Marjon.

Sementara itu, Kepala (DP2AP3KB) Kota Bengkulu, Romadon Indosman, menuturkan, untuk menjaga pertumbuhan penduduk di Kota Bengkulu butuh bantuan sejumlah pihak, dan pihaknya sendiri berupaya menekan pertumbuhan penduduk melalui kampung KB yang saat ini telah tersebar di seluruh Kecamatan se-Kota Bengkulu.

“Kita sudah ada kampung KB yang terus melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat luas. Kedepan, akan kita tambah lagi jumlahnya agar bisa mencapai seluruh kelurahan se-Kota Bengkulu,” pungkas Romadon. (ibe)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*