OP Tak Mampu Tekan Harga Beras

Seorang pedagang beras di Pasar Atas Kota Curup tengah melayani konsumennya. Saat ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong masih tinggi meskipun Bulog telah melaksanakan OPCB
Seorang pedagang beras di Pasar Atas Kota Curup tengah melayani konsumennya. Saat ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong masih tinggi meskipun Bulog telah melaksanakan OPCB

CURUP, Bengkulu Ekspress – Operasi Pasar Cadangan Beras (OPCB) Pemerintah yang dilakukan Bulog Sub Divre Rejang Lebong belum mampu menekan harga beras di Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian, Margono melalui Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Nahwan.

Menurut Nahwan, kegiatan OPCB Pemerintah yang dilakukan Bulog belum berdampak pada harga beras, karena keberadaan beras medium yang dijual tidak melebihi dari HET Rp 9.850 per Kg belum banyak diminati oleh masyarakat Rejang Lebong.

“Meskipun ada operasi pasar dari Bulog, namun peminat beras ini belum terlalu banyak, sehingga harga beras masih terbilang tinggi di Rejang Lebong ini,” terang Nahwan.

Lebih lanjut Nahwan mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui pasti kenapa beras premium dari Bulog tersebut masih belum diminati oleh masyarakat. Padahal menurut Nahwan, beras yang dihadirkan Bulog tersebut kualitasnya sudah cukup bagus. Namun menurut Nahwan bisa saja karena kelas beras tersebut adalah kelas medium sehingga hanya dikonsumsi masayrakat menengah ke bawah. Sedangkan untuk masyarakat menengah keatas lainnya tepat menggunakan beras premium meskipun harganya melonjak.

“Meskipun OPCB yang dilakukan Bulog belum mampu menekan harga beras, namun setidaknya bisa memberi kesempatan masyarakat kita khususnya menengah ke bawah untuk mendapatkan beras yang terjangkau,” terang Nahwan.

Sementara itu terkait dengan penyebab tingginya harga beras saat ini, diungkapkan Nahwan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, wilayah yang selama ini menjadi sentra penghasil beras belum memasuki masa panen, serta karena masalah cuaca.

Disisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Ahmad Rifai SP mengaku bahwa kenaikan harga beras yang terjadi saat ini bukan karena ulah spekulan seperti yang ia sampaikan sebelumnya. Namun menurut Rifai lebih kepada naiknya harga beras secara nasional.

“Naiknya harga beras ini karena secara nasional memang naik, sehingga pedagang di Rejang Lebong ini dalam mengambil berasal modalnya sudah tinggi sehingga mereka terpaksa menaikkan harga jualnya,” terang Rifai

Dijelaskan Rifai, meskipun saat ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong mengalami kenaikan, namun kenaikan yang terjadi tidak signifikan. Karena menurut Rifai, Dinas Pertanian dan Perikanan memiliki petugas informasi pasar yang selalu memantau perkembangan harga beras di Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam mengatasi masalah kenaikan harga beras ini, Rifai mengaku dalam waktu dekat ini Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan operasi pasar.

“Kita akan segera melakukan operasi pasar, untuk bisa menekan harga beras di pasar,” terang Rifai.(251)