OP Gas 3 Kg Diserbu Pemilik Warung

MEDI/Bengkulu  Ekspress 
Antri: Masyarakat tampak mengantri dengan tertib untuk mendapatkan gas 3 kg subsidi, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu  Ekspress – Menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bengkulu yang tengah dilanda kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram (Kg), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu menggelar Operasi Pasar (OP), kemarin (30/11).

OP ini dilakukan di 4 titik yakni di Kantor Kecamatan Selebar oleh PT Integra Sarana Niaga, kemudian di Depan simpang 4 Bumi Ayu Kelurahan Muara Dua oleh PT Kartika Buana Rafflesia, kemudian di Kantor Camat Muara Bangkahulu oleh PT Sumber Petrolina, dan di Jalan Danau Depan Masjid Al-huda oleh PT Rizqi Eco Energia.  Dalam OP tabung gas di jual sesuai HET Rp 15.300 per tabung.

” Di setiap titik kita siap sebanyak 560 tabung LPG 3 kg subsidi, yang di khususkan bagi masyarakat menengah ke bawah,” kata Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Tertib Niaga Disperindag kota, Yuliansyah SE saat meninjau OP di Jalan Danau, kemarin.

Pantuan Bengkulu Ekspress di lapangan, OP ini sempat molor yang awalnya dijadwalkan pukul 09.00 WIB, terpaksa di tunda hingga pukul 13.00 WIB hal ini dikarenakan keterlambatan pihak agen untuk sampai dilokasi.  Selain itu, warga yang datang banyak membawa tabung gas 3 kg lebih dari 1 tabung bahkan ada yang sampai 5 tabung. Dalam hal ini Yuliansyah mencurigai bahwa warga tersebut merupakan pemilik warung yang ingin mengencerkan kembali gas 3 kg dengan harga tinggi. Sebab, OP ini bisa dijadikan kesempatan bagi para pengecer mendapatkan harga yang murah.



“Nanti yang kita terima hanya 1 tabung untuk 1 orang tidak boleh lebih,” tandas Yuliansyah.

Menurut pengakuan Eli salah satu warga yang ikut mengantri OP gas 3 kg tersebut ia membawa 3 tabung gas, dengan alasan bahwa itu punya orang tua dan tetangganya yang menitip. Hal ini dikarenakan orang tuanya tidak mampu untuk datang ke lokasi. “Ini punya orang tua saya dia nitip karena gak mungkin ngantri disini karena udah tua dan satu lagi punya tetangga karena dia lagi sakit,” bebernya.

Selain itu ada warga yang membawa hingga 4 tabung dengan alasan memang milik pribadi bukan untuk dijual lagi. ” Ini punya saya sendiri pak, 2 punya saya 2 lagi punya teman saya,” ungkap ibu paruh baya yang tak mau disebut namanya. (805)