Ombak Hancurkan Perahu Nelayanv

Kondisi perahu Basri (50)  rusak akibat dihantam ombak kemarin (118)
BINTUHAN, BE-Perahu nelayan  Desa Linau Kecamatan Maje dihantam badai hingga hancur.   Hal ini membuat banyak nelayan yang pada akhirnya enggan melaut. “Beberapa hari ini memang sering sekali terjadi gelombang disertai angin kencang. Banyak kami tidak berani melaut dalam kondisi seperti ini. Perahu saya rusak karena diterjang badai,” kata  Basri (50) nelayan, sekitar Linau  kepada BE kemarin.
Dari hasil pengamatan BE, perahu Basri yang terbuat dari  fibber itu memang dalam keadaan rusak parah. Perahunya mengalami pecah dibagian tengah, akibat hantaman badai. Ia mengaku akibat kejadian mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. “Waktu dihantam ombak itu perahu itu sedang  di ikat dipelabuhan Linau. Tiba-tiba saat saya lihat perahu sudah pecah,”ujarnya.
Hal senada juga ungkap Hasan (43),  ia mengatakan cuaca buruk berupa ombak besar setinggi tiga meter disertai angin kencang melanda daerah mereka sejak dua pekan lalu. Selain merusak perahu dan infrastruktur pelabuhan nelayan. Cuaca buruk ini juga memaksa para nelayan tak berani melaut. “Cuaca buruk ini terjadi sejak beberapa minggu lalu. Tingginya ombak membuat puluhan perahu nelayan rusak,” ujarnya.
Dikatakanya, akibat cuaca buruk tersebut,  para nelayan lebih memilih menganggur, dan mengisi aktifitas sehari- hari dengan memperbaiki perahu yang rusak serta memperbaiki peralatan melaut lainnya. “Sambil menunggu cuaca membaik, dari pada menganggur saya dan nelayan disini biasanya memperbaiki jaring, perahu serta peralatan melaut,” ujarnya.
Meskipun merupakan fenomena tahunan, namun para nelayan setempat berharap kondisi cuaca ekstrim ini akan segera mereda, agar dapat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami saat ini berharap cuaca ini kembali normal, karena kami ini rata-rata hidup dilaut untuk mencari nafkah,”harapnya.(618)