Oknum Security Bank dan Guru Digerebek

MUKOMUKO, BE – Masyarakat di Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, pada Kamis (24/12) dinihari lalu menggerebek sepasang pria dan wanita yang bukan muhrim di salah satu kontrakan, tepatnya tak jauh dari lapangan futsal Bumi Batuah. Pasangan bukan muhrim itu berinisial Es (28), yang berprofesi sebagai security  di salah satu bank di wilayah Kota Mukomuko. Sedangkan sang wanita berinisial EM (25), yang diketahui merupakan seorang oknum guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Ulah pria itu sudah meresahkan masyarakat  dan pada malam itu berhasil kami tangkap,” ungkap salah seorang warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan.
Ketika dilakukan penggerebekan, katanya, pria dan wanita itu tengah berada di dalam kamar. Saat ditangkap, sang pria menggunakan celana pendek  dan wanita menggunakan baju daster.  “Kami memang tidak  melihat keduanya itu sudah atau belum melakukan hubungan intim. Tetapi, sudah tidak wajar, seorang pria dan wanita bukan muhrim berduaan di dalam rumah kontrakan pada malam hari. Dan diketahui pula sang pria sudah punya istri dan wanita sudah punya suami,” ujar sumber itu. Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan,  pasangan bukan muhrim  itu  di bawa ke rumah penghulu adat dan disidangkan.
Terpisah, penghulu adat setempat, HM Darwis Rajo Lelo ditemui Bengkulu Ekspress di kediamannya, kemarin (27/12), membenarkan jikalau sejumlah warga membawa satu pria dan wanita yang bukan muhrim. Keduanya digerebek warga di rumah kontrakan yang ditempati sang pria.
Pada malam itu juga, kata Darwis,  keduanya  disidangkan yang dihadiri sejumlah kepala kaum.  Dan diputuskan  di denda adat sebesar Rp 3,5 juta yang diperuntukan untuk cuci kampung. Karena pada malam itu sang pria dan wanita itu tidak punya uang. Diberikan waktu selama tiga hari  yang  akan berakhir hingga pukul 00.00 WIB nanti malam (kemarin malam).   “Pasangan bukan muhrim itu  melanggar hukum adat berupa sumbang penglihatan. Dikarenakan saat digerebek, keduanya tidak melakukan hubungan inti maka  tidak dinikahkan. Tetapi, didenda cuci kampung,” pungkas Darwis. (900)