Oknum Provokator Demo Anarkis Belum Diproses

Bengkulu bengkuluekspress.com – Meski beberapa orang oknum pengunjuk rasa terekam kamera sedang melakukan pengerusakan 1 unit mobil PJR polisi dan melempar batu ke arah aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu kemarin (24/9/2019), pihak kepolisian dari Polda Bengkulu belum ingin mengusut hal itu.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk memproses hukum oknum tersebut atau tidak.

“Sejauh ini kita masih fokus pengamanan dulu. Setelah itu nanti kita lihat apakah akan kita proses atau tidak. Saat ini anggota kita masih melakukan pengamanan demo di DPRD,” ucapnya, Rabu (25/9/19).

Dalam aksi sebelumnya, terjadi beberapa kerusakan mobil dan pagar di gedung DPRD roboh. Korban pun tak terelakan, sebanyak 36 mahasiswa dan dalam laporan kepolisian ada 2 aparat kepolisian mengalami luka ringan hingga berat.

Darno juga mengimbau supaya mahasiswa pendemo untuk menggunakan almamater dari masing-masing universitas sehingga dalam aksi tersebut tidak mudah disusupi pihak yang tidak bertanggungjawab yang dapat mengadu domba kedua belah pihak.

Mahasiswa Kembali Serbu DPRD Provinsi Bengkulu

Ribuan mahasiswa Bengkulu yang mengatasnamakan Aliansi BEM Nusantara kembali menyerbu kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (25/9/2028). Mahasiswa yang datang dari berbagai kampus di Bengkulu ini diantaranya UNIB, IAIN Bengkulu, STAIN Curup, STIA, Dehasen, Unihaz dan UMB, kembali menggelar aksi unjuk rasa tersebut salah satunya menolak RUU KPK disahkan.

“Save KPK. Kita aksi damai, Hidup mahasiswa,” teriakan orasi korlap aksi, Wandi di depan Kantor DPRD
Provinsi Bengkulu.

Wandi yang juga Wakil Presiden BEM Dehasen menggatakan, selain menuntut RUU KPK, mereka juga meminta pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang terjadi. Selain itu, mahasiswa turut meminta pemerintah dalam mengambil kebijakan lebih berpihak dengan para petani. Lantaran, petani saat ini sedang menjerit dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. “Kita ini kebanyakan dari anak petani, tolong sejahterahkan petani,” teriaknya. (HBN/IMN)

Berikut tuntutan Aliansi BEM Nusantara,:

1. Meminta DPR Meninjau kembali RUU KPK
2. Mensterilkan Pimpinan dan KPK
3. Menyelesaikan konflik yang ada di tubuh KPK dari kepentingan Politik
4. Menuntaskan Permasalahan KARHUTLA
5. Menuntut DPR provinsi fokus mensejahterahkan petani di Provinsi Bengkulu



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*