Oknum Polisi di Lebong Diduga Aniaya Warga Hingga Patah Tulang


ERICK/BE
TKP : Taman Desa Nangai Tayau TKP penganiayaan yang dialami ke-6 pemuda yang dilakukan oleh oknum kepolisian.
PATAH : Korban RS yang mengalami patah tangan sebelah kiri akibat dibanting oleh oknum kepolisian.

 

LEBONG, bengkuluekspress.com – Rabu (30/12), puluhan warga Desa Nangai Tayau Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong menggeruduk Mapolres Lebong untukmeminta keadilan. Sebab diduga oknum anggota Polres Lebong melakukan penganiayaan terhadap 6 warga, yaitu berinisial RS (16) yang mengalami patah tulang sendi tangan kiri. Kemudian YM (15), EDS (15), ABF (15), MR (18) dan PA (23) mereka mengalami luka lecet.
Dugaan penganiayaan tersebut berawal pada Selasa malam (29/12) sekitar pukul 21.00 WIB ke-6 pemuda sedang nongkrong atau duduk-duduk di taman Nangai Tayau Kecamatan Amen. Pada saat itu dua orang rekan korban RS bercanda seolah-solah sedang berkelahi. Selanjutnya salah seorang oknum anggota Polres Lebong bersama teman-temannya dari arah café yang berada tidak jauh dari lokasi para korban langsung berteriak untuk tidak berlari. Karena merasa tdak ada salah, ke-6 korban mengikuti perintah tersebut dan terjadilah dugaan penganiayaan yang dialami para korban.

Menurut salah seorang rekan korban RS, mengatakan, bahwa pada saat kejadian oknum yang diduga anggota Polres tersebut tiba-tiba mendatangi mereka dan langsung membanting temannya mengenai trotoar dan mengakibatkan tangan sebelah kiri korban mengalami patah. TGidak hanya itu saja oknum tersebut juga melakukan pemukulan kepada dirinya dan teman-temannya.
“Mereka tiba-tiba datang dan langsung memukul kami, mungkin ada 10 orang yang memukul kami,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang paman korban Feriando (40) sangat menyayangkan atas perbuatan yang dilakukan oknum diduga anggota Polres Lebong. Jikapun ke-6 pemuda termasuk keoponakannya melakukan kesalahan, seharusnya tidak melerainya dengan cara kekerasan dan melainkan cukup dengan cara ditegur.
“Bukan dengan cara kekerasan fisik yang mengakibatkan ada korban yang mengalami patah tangan,”ujarnya.

Terpisah Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur SIk yang dihubungi melalui telepon seluler tidak menampik adanya kejadian tersebut. Akan tetapi dirinya berdalih bahwa anggotanya pada saat itu sedang melakukan patroli. Kemudian melihat ada perkelahian dan anggotanya berinisiatif langsung melakukan peleraian.
“Anggota saya melerai karena ada perkelahian pemuda,” ucapnya.
Menurutnya, saat kejadian para pemuda yang sedang berkelahi dipengaruhi minuman keras yang sebelumnya mereka minum. Jika tidak cepat dilerai, dikhawatirkan dapat mengakibatkan pertikaian atau perkelahian antar kampung.
“Saat ini keluarga korban sedang melakukan mediasi di Mapolsek Lebong Utara,” singkatnya.(614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*