Oknum Kader Golkar Ditahan

golkar RL (2)CURUP, BE – Kisruh yang mewarnai rapat konsolidasi pengurus DPD Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Rejang Lebong Senin (18/02) lalu berbuntut panjang. Seorang oknum kader berinisial RN yang diketahui membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau pada saat bentrok terjadi terpaksa dimankan oleh tim buru sergap Polres Rejang Lebong. Bahkan sore kemarin yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka Pasal 2 UU Darurat Tahun 1951 tentang kepemilikan sajam.

Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Kasat Reskrim AKP Margopo SH dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. “Kita sebelumnya memang sudah mengamankan RN untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait bentrok terjadi. Namun saat ini yang bersangkutan (RN) sudah menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam yang membahayakan orang lain,” terang Margopo.

Sementara itu, Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar RL, Yurizal M BE dikonfirmasi terkait penangkapan kadernya mengaku belum mengetahui hal itu. “Saat terjadi keributan saya berada di dalam ruangan jadi tidak lihat ada kader yang bawa pisau,” ujarnya.

Tetapi Yurizal mengatakan, kalau memang ada kadernya ditangkap karena membawa sajam, maka partai tidak akan turut campur. Hal itu mereka serahkan kepada aparat penegakan hukum. “Kalau memang demikian (penangkapan RN, red) kita serahkan semuanya kepada aparat yang berwenang,” demikian Yurizal.

Sebelumnya rapat konsolidasi Partai Golkar DPD Rejang Lebong yang digelar di Sekretariat DPD Golkar Jalan Merdeka Kelurahan Pasar Baru, Senin (18/02) lalu diwarnai kericuhan.

Kericuhan itu bermula saat rapat yang dipimpin pengurus DPD tingkat I Heri Alfian membahas mengenai surat yang ditandatangani 8 pimpinan kecamatan dan dua pengurus harian yang ditujukan ke pimpinan DPD tingkat I Provinsi Bengkulu perihal mosi tidak percaya terhadap kepengurusan DPD Tingkat II yang diketuai Yurizal.

Dalam rapat tertutup dari liputan media massa itu berlangsung penuh emosi. Bahkan terjadi debat argumentasi antar kader hingga terdengar suara lantang dari beberapa pengurus hingga ke luar ruangan. Hingga akhirnya salah seorang kader Golkar berinisial FS terlihat mendorong kader lainnya diketahui bernama Sabirin hingga terjungkal ke lantai.

Aksi anarkis itu terlihat jelas dari jendela kaca luar ruangan rapat hingga membuat suasana semakin mencekam. Rapat sempat dihentikan beberapa jam, namun kericuhan tidak kunjung berakhir. Apalagi salah seorang kader yang diketahui berinisial RN mengeluarkan senjata tajam jenis pisau yang terselip dipinggangnya untuk menyerang FS yang juga anggota DPRD RL dari Partai Golkar.(999)