Objek Wisata Dikelola BUMdes

Doni/Bengkulu EkspressOBJEK WISATA: Wajah baru objek wisata kebun teh Kabawetan, setelah dibangunnya ikon baru Kepahiang Mountain Valley (KMV) untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pengelolaan kawasan objek wisata di Kecamatan Kabawetan akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Seluruh pembangunan sarana pariwisata yang gencar dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam tiga tahun terakhir ini, nanti akan diserahkan kepada BUMdes di masing-masing desa untuk pengelolaan serta perawatan.  Ditegas Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM IPU mengimbau, penggunaan Dana Desa (DD) bisa menunjang program pembangunan pemerintah, khususnya melalui BUMdes.

“Nantiya pengelolaan wisata kita serahkan kepada BUMdes,” ungkap Bupati.

Pengembangan BUMdes di 105 desa se-Kabupaten Kepahiang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, akan adanya penghasilan kegiatan BUMdes yang bisa memacu pendapatan asli desa yang bisa dikelola kepala desa (Kades) serta jajaran sepenuhnya untuk membangun sarana dan prasarana kebutuhan masyarakat.

“Sekarang kita sedang gencar-gencarnya membangunan sarana pariwisata agar objek wisata di Kabupaten Kepahiang semakin nyamin dikunjungi wisatawan,” ujar Bupati.

Ia berharap, supaya masyarakat bisa memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisata, nantinya untuk menghasilkan uang atau meningkatkan pendapatan. “Sebagai daerah yang tidak banyak memiliki sumber daya alam, seperti tambang, tentunya objek wisata yang jadi andalan kita. Festival Bukit dan Lembah jadi sarana kita setiap tahun untuk promosikan daerah,” tuturnya.



Berbagai sarana pariwisata yang sudah dibangun Pemkab Kepahiang diera kepemimpinan Hidayatullah Sjahid-Netti Herawati. Diantaranya, gedung Tourism Information Centre (TIC) di komplek perkantoran yang membuat berbagai informasi mengenai wisata di Kabupaten Kepahiag. Race area lengkap dengan sarana lainnya di Kawasan kebun teh Kabawetan hingga ikon baru Kepahiang Mountain Valley (KMV) guna menarik minat masyarakat mendatangi kawasan objek wisata. (320)