Objek Wisata Air Terjun Lubuk Langkap, Airnya Jernih, Nikmati Kolam Pemandian

INDAH: Inilah air terjun Lubuk Langkap yang baru ditemukan. Tampak indah dan sejuk dengan airnya yang dingin. (Foto ASRI/BE).

 Bengkulu Selatan memiliki potensi wisata air terjun yang sangat indah. Lokasi air terjun ini belum terjamah, karena memang belum banyak diketahui orang luar. Tempatnya adalah di Dusun Lubuk Langkap Desa Sukamaju Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan. Bagaimana keasriannya? Berikut laporan wartawan BE;

ASRIANTO, LUBUK LANGKAP

DUSUN Lubuk Langkap Desa Sukamaju, Air Nipis tidak hanya memiliki lokasi wisata air tawar Lubuk Langkap yang selalu ramai dikunjungi warga. Namun di dusun ini juga tersimpan potensi wisata lainnya yang sangat indah, yakni dua buah air terjun.

Air terjun Lubuk Langkap, merupakan nama air terjun baru di Bengkulu Selatan. Bahkan nama ini baru terdengar beberapa hari ini. Pasalnya air terjun ini baru ditemukan warga dan baru beberapa orang saja yang sudah merasakan jernih dan dinginnya mandi di air terjun ini.

Kepala Desa Sukamaju, Suprianto menuturkan, keberadaan air terjun ini ditemukan oleh petani yang membuka lahan perkebunan di daerah tersebut. Berdasarkan penuturan petani, dirinya mencoba mengunjungi lokasi air tersebut. “Air terjunnya ada dua titik yang tidak berjauhan, airnya sangat jernih dan saat mandi terasa sangat dingin dan sejuk,” katanya.

Dijelaskan Suprianto, keberadaan lokasi air terjun ini jika wisatawan ingin mengunjuninya dari Kota Bengkulu hanya berjarak sekitar 4 jam dengan mengendarai kendaraan. Adapun jika dari Kota Manna hanya berjarak 25 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan kendaraan.

Jika berjalan dari Kota Manna, sampai di jalan dua simpang sebelum jembatan Desa Palak Bengkerung, Air Nipis, para pengunjung menelusuri jalan yang sebelah kiri. Kemudian dari simpang tersebut menempuh jarak 3 km. Setelah itu sampai ke lokasi lubuk Langkap.

“Jalan dari jembatan Air Nipis Desa Palak Bengkerung sudah hotmix dan hanya berjarak 3 km sudah sampai ke lokasi pemandian Lubuk Langkap, sehingga selain mandi di Lubuk Langkap, bisa langsung menuju air terjun, sebab jaraknya dari Lubuk Langkap hanya perjalanan kaki 30 menit,” ujarnya.

Sebagai obyek wisata alam yang masih asli, sebelum mencapai Lubuk Langkap, para pengunung sudah disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan. Pasalnya di sisi kiri dan kanan jalan ada hamparan sawah petani yang sangat indah.

Kemudian sesampainya di Lubuk Langkap, wisatawan dapat memarkiran kendaran di lokasi parkiran pemandian Lubuk Langkap. Setelah itu berjalan kaki sekitar 30 menit. “Sampai ke lokasi pemandian Lubuk Langkap, tidak usah khawatir kendaraan anda yang terparkir tidak akan hilang karena dijaga oleh pemuda desa kami,” imbuhnya.

Setelah itu, sambung Supriyanto, setelah berjalan 30 menit menelusuri jalan setapak yang biasa digunakan petani untuk ke tempat usaha perkebunan mereka, pengunjung akan disuguhi suara kicauan berbagai macam burung menambah semaraknya suasana di sekitar air terjun.

Lalu sesampai di lokasi, wisatawan akan menemukan satu titik air terjun yang paling indah yakni dengan ketinggian sekitar 10 meter, air terjun juga dikelilingi kekayuan yang rindang sehingga di lokasi air terjun tidak panas.

Di bawah air terjun juga ada kolam pemandian dengan kedalaman sekitar 1 meter hingga 1,5 meter. Kolam tersebut dengan deameter sekitar 15 hingga 20 meter. “Saat sampai ke air terjun pertama, suasana alam sangat terasa, lokasinya teduh karena dikeliling pohon–pohon, airnya jernih dan ketika mandi airnya terasa dingin,” tambahnya.

Di pinggir air terjun juga ada bebatuan tempat duduk-duduk sambil menunggu dan memperhatian teman-teman atau saudara yang sedang mandi. Lalu dengan jarak sekitar 50 meter lagi, wisatawan akan menemukan air terjun satu lagi.

Air terjun ini airnya tidak terlalu besar. Namun bentuknya sangat indah. Sehingga dapat melengkapi Suasana alam di lokasi tersebut. Karena ada sinar matahari menyinari bagian kolam yang kecil di bagian bawah air terjun tersebut.

“Air terjun ke dua ini seperti lukisan yang sangat indah, tidak percaya silahkan buktikan sendiri,” urai Suprianto.

Asiun (33), salah satu warga Seginim yang sudah pernah mengunjungi air terjun Lubuk Langkap ini membenarkan jika lokasi air terjun tersebut sangat indah. Bahkan para wisatawan hanya berjalan kaki 30 menit dari lokasi pemandian Lubuk Langkap.

Adapun jalannya selain masih sempit, juga ada sebagian yang menanjak. Namun tidak akan membuat wisatawan takut, sebab jalannya tidak terjal. Dirinya memastikan, jika diolah dengan baik, maka kunjungan wisatawan ke lokasi air terjun ini tidak akan kalah ramainya dengan kunjungan wisatawan ke pemandian air tawar Lubuk Langkap.

“Saya sudah datang dan merasakan dinginnya dan sejuknya di air terjun tersebut, pokoknya sangat indah, kalau dikelola pasti pengunjungnya ramai,” terang Asiun. (369)