Nyaris Tewas oleh Oknum Aparat

CURUP, BE- Anas Gunawan (30), warga Jalan Sapta Marga Desa Teladan meminta keadilan atas penganiayaan yang dialaminya hingga korban mendapatkan 23 luka akibat senjata tajam, pada bagian leher, siku kanan dan kiri serta punggung yang dialaminya, pada Kamis (9/2) sekitar pukul 13.00 WIB di Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kepahiang.  “Saya sangat pilu rasanya, mendengar di media persoalan penganiayaan yang saya alami sudah selesai secara damai. Hingga saat ini tidak ada niat baik dari pelaku Ju (oknum anggota TNI-AD, yang selama ini keluarga kami anggap sebagai kerabat sendiri,” terang Anas. Jika intitusi oknum Ju tidak bertindak, maka Anas menerangkan, pihaknya akan melaporkan ke pihak yang lebih tinggi, bisa saja Pangdam, hingga Kementerian Hukum dan HAM. “Kami hanya ingin ada efek jera, terhadap aparat yang main hakim sendiri terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, saya sama sekali tidak bersenjata waktu dianiaya, bahkan dikeroyok,” tuturnya. Dijelaskan Anas, persoalan yang dialaminya itu berawal dari pesan singkat. Anas menerangkan, antara dirinya dengan pelaku Ju sudah lama berkawan, bahkan sudah dianggap keluarga sendiri. “Saya lihat Ju, malah tidak melihat saya. Jadi saya kirim pesan singkat iseng, karena selama ini tidak ada masalah kalau saya bercanda dengannya,” terang Anas. Namun persoalan pesan singkat itu diperpanjang menjadi masalah. “Ju tiba-tiba menyerang saja, bersama dengan pelaku Ag, yang masih memiliki hubungan dekat dengan Ju. Ag mengayunkan golok ke saya, bersama Ju melakukan pemukulan terhadap saya,” sesalnya. (999)