Nuri Maulida Prihatin Fenomena Jilboobs

Jilboobs atau jilbab yang dikombinasikan dengan busana ketat menunjukkan aset tubuh indah wanita, kini menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan hijabers.

Melihat fenomena tersebut, Nuri Maulida pun merasa risih. Menurutnya, jilboobs itu tidak sesuai dengan kaidah mengenakan jilbab yang baik dan benar.

“Saya sebagai perempuan agak malu. Sebagai perempuan muslimah juga agak miris lihatnya,” ujar Nuri.

Pesinetron yang dua kali gagal menikah ini menilai tidak pantas seorang perempuan muslim berjilbab tapi mengenakan pakaian yang memamerkan lekuk tubuh. Ia berharap fenomena jilboobs tidak berlanjut. “Prihatin, sedih, kurang pantas aja. Saya ingin keisengan ini disudahi aja, dan mudah-mudahan lebih baik,” tukas Nuri.

Sehari-hari, pemain film Me vs High Heels dan Liar ini memilih tampilan busana yang tidak latah mengikuti tren.

“Kalau berbusana sesuai karakter diri saya, nggak ikut kemana-mana atau siapa,” ucap Nuri.

Tidak hanya itu, ia menegaskan pentingnya menerapkan syariat Islam saat berbusana. Ia tidak ingin pakaiannya menonjolkan lekuk tubuh. “Nggak menerawang dan nggak menonjolkan bentuk tubuh,” cetus Nuri.

Ia baru akan melepas jilbabnya apabila sudah berada di dalam kamar. Hal itu sengaja dilakukan karena sebuah alasan khusus. “Karena di rumah saya masih ada supir serta pegawai-pegawai saya yang lain. Saya di rumah itu masih berjilbab,” tutur Nuri.

Saat disinggung perihal asmara, raut wajah Nuri langsung berubah. Ia tak ingin rencana pernikahannya yang gagal bersama bangsawan Malaysia, diungkit kembali.

“Beritanya sudah lama, jangan diungkit lagi. Sudah lewat. Sekarang sudah lembaran baru, semuanya kita berharap bisa lebih baik lagi kedepannya,” harap Nuri. (rmo/jpnn)