NPL Perbankan Bengkulu Rendah

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mencatat pada Triwulan I 2020 Rasio Kredit Non Lancar (NPL) mencapai 1,84 persen. Rasio Kredit Non Lancar tersebut lebih rendah dibandingkan angka nasional yang tercatat sebesar 2,89 persen.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan, kredit non lancar terdiri dari kredit dengan kolektibilitas kurang lancar, diragukan, dan macet. Secara umum rasio NPL perbankan di Bengkulu pada Triwulan I 2020 tercatat sebesar 1,84 persen. Bahkan rasio NPL tersebut lebih rendah dibandingkan NPL BPR/BPRS di daerah yang tercatat mencapai 7,78 persen. “Kita masih bersyukur meskipun diterpa Pandemi Covid-19, NPL perbankan umum di Bengkulu masih rendah,” kata Yusri, Rabu (24/6).

Ia mengaku, rasio tersebut masih di bawah benchmark 5 persen. Ditambah lagi, NPL secara nasional sebesar 2,89 persen. Dengan kata lain hal ini menunjukkan resiko kredit perbankan di wilayah Bengkulu tergolong rendah. “Kebijakan relaksasi sebagaimana diatur dalam POJK 11 tahun 2020 telah diimplementasikan oleh seluruh industri perbankan di wilayah Bengkulu. Sehingga masih terdapat ruang gerak debitur sebagai pelaku usaha ditengah wabah pandemi Covid-19,” ujar Yusri.

Ia menambahkan, meskipun saat ini ada pandemi Covid-19, namun tidak membuat perbankan berhenti menyalurkan kreditnya. Bahkan pada triwulan I 2020, bank telah menyalurkan kredit hingga Rp 21,45 triliun.

“Terlihat dari total kredit per triwulan I 2020 yang disalurkan tercatat sebesar Rp 21,45 triliun,” tambahnya

Ia mengaku, meskipun saat ini bisnis perbankan dihadapkan pada melemahnya permintaan kredit dari masyarakat sebagai dampak pandemi virus korona. Namun, perbankan tetap optimistis mencari celah untuk dapat meningkatkan portofolio kredit. Hal tersebut dilakukan perbankan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dengan tetap mendorong pertumbuhan kredit.

“Pandemi Covid-19 bukan alasan bank tidak menyalurkan kredit, mereka akan tetap berusaha menyalurkan kredit tetapi lebih selektif dan hati-hati,” tutupnya.

Sementara itu, Kacab BRI Bengkulu, Ismed Sarmen mengatakan, pihaknya berupaya menjaga keberlanjutan bisnis dengan tetap mendorong pertumbuhan kredit. Meskipun demikian, BRI akan tetap selektif menyalurkan kredit, salah satunya dengan memilih sektor pangan dan pertanian.

“Walaupun ada pandemi Covid-19 kita tetap butuh makan, makanya kami fokus salurkan ke sektor pangan dan pertanian,” tutupnya.(999)