Novel Lain di KPK Berpangkat AKP, Juga Sidik Simulator SIM

Perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada polri soal penanganan kasus Kompol Novel Baswedan rupanya tak terlalu manjur. Meski presiden telah menyatakan bahwa langkah itu tidak tepat waktu dan cara, namun polisi masih tetap nekat.

Bahkan, bukan hanya Novel yang dibidik. Salah seorang penyidik KPK lainnya juga akan ditangkap dengan tudingan yang sama pula. Yakni, terlibat kasus penembakan pencuri sarang burung wallet di Bengkulu tahun 2004 lalu. Penyidik itu juga perwira polisi berpangkat AKP. Informasinya, dia juga menyidik kasus korupsi simulator SIM mabes polri.

Tim penyidik Polda Bengkulu sudah mempersiapkan surat perintah penangkapan (Sprintkap) rekan Novel itu. Dia disebut berada di lokasi penembakan bersama Novel Baswedan.

“Ada keterangan dari saksi yang menyebut yang bersangkutan berada di lokasi penembakan,” ujar Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Jakarta kemarin. Saat kejadian pada 2004 dia berpangkat Ipda. “Namanya belum bisa saya sampaikan,” tambahnya.

Dari pemeriksaan saksi didapatkan keterangan bahwa penyidik itu juga melakukan penembakan. “Masih didalami apakah yang mengakibatkan korban meninggal atau yang korban luka-luka,” katanya.   (jpnn)