Normalisasi Sungai Diusul ke BNPB

DENDI - Sungai Air Dikit Kecamatan Penarik yang diduga sudah tercemar (1)TUBEI,Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebong telah mengajukan usulan normalisai sungai diwilayah Kecamatan Lebong Selatan. Usulan itu disampaikan ke Badan Nasional Penaggulangan Bencana.

Kepala BPBD Lebong Syamsul Bahri SSos kepada BE kemarin menuturkan,” Sungai yang diusulkan dinormalisasi itu antara lain, Hulu Sungai Ari Kotok di wilayah Hutan Lindung Hulu Lais, Sungai Ari karat dan Sungai Air Mubai.”

Normalisasi ketiga sunagi itu diperlukan. Pasalnya, pasca longsor dan banjir bandang dari danau belerang beberapa waktu lalu mengakibatkan 3 aliran sungai yang ada diareal tersebut memiliki tingkat keasaman tinggi. Terindikasi berdampak kurang baik bagi areal persawahan dan peternakan budidaya ikan. Saat ini aliran air dari Danau Belerang ini mengarah ke Sungai Ketahun akibat Aliran Sungai Kotok sudah tertutup oleh material Lonsoran. Jika Air ini terus menerus masuk ke areal persawahan, maka mengakibatkan lahan pertanian warga rusak. Untuk menaggulangi hal itu, sungai harus segera di normalisasi. Tujuannya agar aliran Sungai Kotok agar air dari Danau Belerang tidak lagi masuk ke Sungai Air Karat dan Air Mubei.

“Kegiatan Normalisai tersebut prioritas dilakukan, karena aliran air dari Danau Belerang yang ada di Bukit Hulu Lasi saat ini sudah masuk ke aliran Sungai Ketahun. Sungai ini merupakan sumber air untuk ribuan hektar areal persawahan masyarakat Lebong Mulai dari Kecamatang Bingin Kuning, Lebong sakti, Lebong Tengah, Amen, Lebong Utara dan Kecamatan Uram Jaya,” kata Syamsul.

Lebih jauh dijelaskan Samsul, tujuan lain normalisasi Sungai Air Kotok itu sebagai upaya dan solusi penanggulangan bencana susulan. Karena potensi longsor dan banjir bandang masih mengacam dan sewaktu-waktu dapat saja terjadi.

”Jika tidak dilakukan Normalisasi sungai, kita khawatir material longsoran terbawa air melalui Air Karat dan Air Mubei. Ancaman terbesar yang kita khawatirkan ketika terjadi banjir bandang, arahnya menuju pemukiman masyarakat diwilayah Kecamatan Lebong Selatan. Jika dilakukan normalisai ditambah adanya pengamanan banjir, setidaknya resiko bencana yang mengancam pemukiman warga bisa diperkecil,” ungkap Syamsul.

Perwakilan PT PGE Iwan mengungkapkan, saat ini masih fokus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan diareal Cluster A PT. PGE. Selanjutnya setelah pencarian korban segera dilakukan upaya normalisasi aliran Sungai Kotok.

“Saat ini alat yang sudah ada dilokasi untuk pencarian korban sebanyak 9 unit. Mulai besok (hari ini,red) Kamis, (19/5) diupayakan alat yang digunakan untuk pencarian korban bertambah menjadi 11 Unit. Alat ini, selain melakukan pencarian terhadap korban, juga digunakan proses normalisai Aliran Sungai Kotok,” demikian Iwan. (777)