Nonton Organ Tunggal, 2 Pemuda Seluma Ditikam

Dua korban kena tusuk saat dirawat IGD RSMY (4)SELUMA UTARA, BE – Desa Talang Rami, Kecamatan Seluma Barat, Seluma, Minggu (23/6) malam mendadak heboh. Pasalnya di lokasi pesta yang tidak berjauhan dari balai Desa Talang Rami terjadi penikaman terhadap 2 orang pemuda ; Dadang (23), warga Lubuk Lagan, Seluma Barat dan Sutriadi (21), warga Talang Rami, Seluma Utara. Kedua pemuda ini bersimbah darah setelah ditikam dengan menggunakan badik oleh orang yang tidak dikenal oleh korban.
Data yang berhasil dihimpun, penikaman pertama dialami Sutriadi. Sekitar pukul 21.30 WIB Minggu (23/6) korban hendak ke rumah temannya setelah menyaksikan organ tunggal di kediaman salah seorang warga Desa Talang Rami yang tengah mengelar hajatan.
Namun belum sampai ke lokasi yang dituju, korban langsung ditikam dengan menggunakan badik dan mengenai pinggang sebelah kiri. Akibatnya korban darah mengucur dari tubuh korban yang luka. Korban kemudian berlari pulang ke rumahnya untuk meminta pertolongan. Sementara pelaku langsung kabur menuju ke keramaian pesta organ tunggal.
Oleh keluarganya, korban kemudian dilarikan ke RSUD Tais. Informasi dari rumah sakit, korban mengalami luka sedalam 8 cm dengan lebar 5 cm. “Saya tidak tahu kenapa saya ditikam, sedangkan saya tidak ada masalah sama siapun orang,” ujar Sutriadi saat ditemui di RSUD Tais, kemarin.
Ternyata, setelah dirawat di RSUD, Sutriadi mendapat kabar jika salah seorang warga bernama Dadang juga ditusuk oleh pelaku yang sama dengan menusuk Sutriadi. Memang antara Sutriadi dengan Dadang saling kenal. “Saat dirawat, saya mendapatkan kabar juga jika pelaku menikam Dadang di lokasi acara organ tunggal Desa Talang Rami. Namun saat ini telah langsung dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu, mengingat luka yang dialami Dadang cukup parah,” terang Sutriadi.
Sementara itu, Bustami (29), kakak dari Sutryadi, mengaku kalau adiknya tidak punya musuh. “Setahu saya selama ini adik saya tidak punya musuh. Kata teman-temannya mereka tiba-tiba diserang tidak tau kenapa,” kata Bustami.
Sementara Badri (37), orang tua Dadan, mendapat kabar anaknya ditusuk dari teman-teman anaknya sekitar pukul 23.00 WIB Minggu. Mendapati anaknya terkena luka iapun langsung membawa anaknya ke IGD RSMY.  “Pertama kali mengetahunya anak saya ini sudah kena tusuk orang tidak dikenal. Saya juga tidak tahu kalau anak saya ini ada masalah sama orang,” ujar Badri.
Menurut Badri, dari keterangan rekan anaknya, saat sebelum kejadian itu anaknya menghadiri pesta pernikahan di Talang Rami. Setelah sampai di TKP tiba-tiba ada sekelompok pemuda menyerang dengan tiba, sehingga terjadilah perkelahian. Mungkin, kata Badri, pada saat sedang berkelahi pelaku langsung menusuk anaknya.
“Sebenarnya anak saya ini sama teman-temannya mau menghadiri pesta pernikahan. Tiba-tiba saat di jalanan dia sama kawannya ini dikeroyok sejumlah pemuda yang tak dikenal. Sehingga terjadilah perkelahian,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Seluma, AKBP PL Gaol SIK melalui  Lakhar Kasat Reskrim AKP Lumban Raja membenarkan telah terjadi aksi penusukan di kawasan Talang Rami. Namun sejauh ini polisi belum melakukan penangkapan terhadap pelaku penusukan, karena polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Selain itu, belum diketahui apakah pelaku penusukan terhadap Sutriyadi merupakan orang yang sama dengan yang menusuk Dadang. “Kejadian dilakukan pada lokasi gelap gulita dan kebanyakan saksi tidak mengetahui kejadian itu. Begitu juga dengan korban yang tidak mengetahui ciri-ciri pelaku,” terang Lumban. (333/618)