Nipu, Digebuk Massa

Sementara itu, Ra (25) warga Jalan Timur Indah Kelurahan Timur Indah juga harus dilarikan RS Bhayangkara Jitra setelah menjadi bulan-bulanan warga, sekitar pukul 21.00 WIB Selasa (24/1). Ra mengalami luka parah di bagian kepala serta di beberapa bagian tubuh lainnya yang mengharuskan ia menjalani perawatan intensif petugas medis. Pemukulan ini dilakukan karena Ra diduga hendak melakukan penipuan. “Kita masih menyidiki kasus ini, sejumlah saksi kita mintai keterangan terkait penipuan yang akan dilakukan korban,” terang Kapolres Bengkulu AKBP Joko Suprayitno SST MK melalui Kapolsek Teluk Segara Kompol Harry Irawan SH. Data berhasil dihimpun, berawal dari Ra bersama seorang temannya yang lolos dari kepungan massa, diduga akan melakukan penipuan terhadap Anang (44) warga Jalan Iskandar Kelurahan Tengah Padang, Jumat (20/1) lalu. Modusnya, Ra menuduh Anang tidak jujur dalam berbisnis HP dengan saudara Ra. Agar tidak dilaporkan ke polisi, Ra mengajak korbannya untuk damai dengan mengembalikan uang sejumlah Rp 168 juta yang disebut Ra sudah dikirimkan oleh saudaranya ke rekening korban. Agar lebih meyakinkan, Ra menyebutkan nomor rekening bank yang memang punya Anang.  Namun Anang yang bekerja sebagai tukang ojek dan tidak meiliki HP mengaku terkaget dengan omongan Ra. Apalagi sampai ditransfer uang sebesar Rp 168 juta. Curiga dengan hal tersebut, Anang memberitahukan kepada warga lainnya. Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB, Ra bersama seorang temannya kembali datang dengan maksud ingin menagih perdamaian. Namun berbalik curiga, Ra sudah mulai gelisah ketika beberapa warga mendekat ke rumah Anang. Merasa niat jahatnya sudah diketahui, Ra dan temannya langsung bergegas melarikan diri dengan meninggalkan motor Honda Supra Fit. Naas, warga yang terlanjur kesal meneriaki kedua pemuda ini sebagai maling. Kemarahan warga yang tak terbendung membuat Ra hanya dapat pasrah jadi bulan-bulanan massa. Sementara rekannya berhasil lolos dari kejaran warga. (cw1/333)