Nilai UN Bisa untuk Daftar PTN

JAKARTA, BE – Ujian Nasional tahun depan sudah mendapatkan pengakuan dari perguruan tinggi negeri (PTN).  Karena hasilnya akan mulai diintegrasikan menjadi bahan yang ikut menentukan penerimaan calon mahasiswa baru PTN di Indonesia.
Alhamdulillah pada 2013 hasil UN akan diintegrasikan ke dalam SNMPTN melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) khususnya untuk lulusan 2013,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh.
Ia mengatakan 60 persen penerimaan mahasiswa berdasarkan nilai rapor dan ujian nasional.”Sedangkan 40 persen sisanya melalui SNMPTN yang diselenggarakan secara nasional dan ujian masuk mandiri,” ujarnya.

Mendikbud mengatakan terintegrasinya penerimaan mahasiswa baru dan UN merupakan kali pertama dilakukan. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan tonggak baru karena sebelumnya banyak masyarakat protes kalau hasil UN bisa atau tidak dijadikan untuk penerimaan mahasiswa baru. Padahal yang menerima perguruan tinggi itu tidak mempermasalahkannya.
Disinggung mengenai kompetensi anak daerah yang tertinggal jika dibandingkan  anak-anak yang ada di perkotaan, Nuh mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Menurut dia, banyak anak daerah yang berprestasi. Begitu juga dengan anak yang di perkotaan malah jarang yang berprestasi.
“Dengan adanya penerimaan mahasiswa baru yang terintegrasi itu, perguruan tinggi mengakui keberadaan “adiknya”,”tambah dia.
Saat ditanyakan kendala dalam menyiapkan penerimaan dengan metode tersebut, Nuh mengatakan sejauh ini belum ada masalah. Rektor-rektor di beberapa perguruan tinggi, lanjut dia, sudah sejak lama menerapkan hal tersebut.
Penerimaan tersebut terbuka untuk semua siswa. Perguruan tinggi terlebih dahulu melakukan normalisasi nilai rapor dan UN.

SNMPTN Gratis

Di bagian lain Mendikbud juga menegaskan biaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 ditanggung pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.  “Pendaftaran semuanya gratis baik yang bidikmisi dan non-bidikmisi. Dulu, pada 2012 biaya SNMPTN jalur undangan itu sebesar Rp 150-200 ribu,” katanya.

Menurut dia, dengan pembebasan biaya itu dan kuota penerimaan di perguruan tinggi sebesar 60 persen dari populasi akan memberikan rasa aman bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Panita Pelaksana SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan sekolah yang berhak mengikuti sertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Semua sekolah baik negeri maupun swasta harus mengisi PDSS,” ujar dia.
Ia mengatakan pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012-8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester.

“Pendaftaran dibuka mulai 1 Februari-8 Maret 2013 sementara proses seleksi 9 Maret-27 Mei,” kata dia.
Pengumuman hasil seleksi pada 28 Mei 2013 dan pendaftaran ulang yang lulus seleksi 11-12 Juni 2013.
“Jumlah calon mahasiswa peserta SNMPTN 2012 jalur undangan terdaftar 236.811 , yang diterima 53.401. Sementara Tertulis yang daftar 618.812 , sebanyak 118.233 diterima. Total penerimaan dari undangan dan tertulis sebesar 171.634. Untuk target penerimaan 2013 itu sebesar 150.000 peserta,” ujar dia.(**)