Nikmatilah Cinta

HM. Syamlan

Anugerah Allah yang paling besar dalam hidup ternyata bukanlah harta. Tapi, cinta. Cintalah yang membuat hidup bermakna. Cintalah yang membuat hidup bahagia. Kita akan selalu menyaksikan bahwa yang membuat hidup bermakna dan berbahagia bukanlah harta. Tanpa cinta langit seakan runtuh meski harta melimpah. Tanpa cinta bumi pasti terasa bergoyang dahsyat meski rumah bak istana. Tapi dengan cinta, semua terasa nikmat. Hidup penuh semangat, bagaimanapun finansial material yang ada. Cintalah yang membuat gelap malam terlihat indah. Yang membuat panas berkeringat terasa nikmat. Yang membuat dingin kian romantis. Yang berat terasa ringan. Yang membuat susah berubah bahagia. Salah satu di antara bentuk cinta yang agung ini, adalah cinta laki-laki dan perempuan dalam ikatan suami isteri. Cinta dalam hal ini benar-benar sangat indah. Bisa membuat dunia hanya milik berdua. Berjalan naik sangat nikmat. Berjalan turun terasa damai. Onak dan duri bukan rintangan, tapi justru membuat erat gandengan tangan diiringi istighfar dan tawa riang. (Lihat: Ar-Rum: 21). Cinta itulah modal utama hidup berumah tangga. Sekali lagi, bukan harta. Dengan cinta harta bisa dicari. Dengan cinta meski makan hanya lauk ikan asin pastilah nikmat. Dengan berada di rumah gubuk, tetap terasa indah. “Dia adalah pakaian bagi kamu, dan kamu adalah pakaian bagi dia.” (Al-Baqarah: 187). Itulah modal terbesar suami isteri, yang selalu diincar Iblis untuk dirampok. Yaitu, cinta. Karena bila cinta telah tiada, hidup pasti tak berjiwa. Hilang semangat dan putus harapan. Dan bila yang muncul adalah amarah, maka bisa membuat prahara yang sangat menyengsarakan. Mata bisa gelap. Nafas bisa sangat bringas. Darah merah seakan mengalir deras. Maka jagalah cinta Anda bagi pasangan Anda. Jangan biarkan cinta Anda direbut oleh siapapun yang menghilangkan cinta Anda. Bila Anda kehilangan cinta, lalu berubah menjadi kebencian, maka ketika itu Anda bisa kehilangan segala-galanya. Nikmatilah cinta hingga mati. Dan lanjutkan lagi nanti di Surga. Nabi bersabda : “Tidaklah kamu masuk surga sehingga kamu beriman, dan tidaklah kamu beriman sehingga kamu saling mencintai.” (Hr. Muslim).(**)