Nikmati Segarnya Es Dogan Jumbo Hanya Rp 5 Ribu

FOTO SIGIT/BE – Evi Susanti (39) pemilik Es Dogan yang murah meriah tetapi tetap mengutamakan kepuasan pelanggan.

BENGKULU, bengkuleekspress.com – Minum es menjadi favorit banyak kalangan, baik anak-anak, orang tua maupun orang dewasa. Hal ini dikarenakan es cocok untuk menghilangkan dahaga, baik di waktu santai maupun ditengah teriknya matahari.

Bagi anda warga Kota Bengkulu yang mencari referensi es yang segar dan dahaga porsi yang besar, bisa didapatkan di Es Dogan Teteh dan Aak. Beralamat di Jalan Indragiri no.20, Padang Harapan, Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

Variannya pun bermacam-macam mulai dari yang biasa, es dogan gula aren, es dogan gula tebu, es dogan sirup melon, es dogan sirup coco pandan. Adapun varian menengah yaitu es kelapa campur dengan tiga rasa, gula aren, gula putih, dan sirup coco pandan. Dan varian terakhir yaitu Es kelapa murni.

Evi Susanti (39), pemilik es dogan tersebut mengatakan bahwa harga es miliknya sengaja murah tetapi tetap mengutakan kepuasan pelanggan. Harga Rp 5 ribu- Rp 10 ribu tergantung varian yang diinginkan.

‘’Harga yang kita patok dari dulu sampai sekarang nggak berubah, juga gak apa-apa untung sedikit tetapi kepuasan pembeli tetap nomor satu,” ujar Evi, saat diwawancarai BE, Senin (27/1).

Setiap harinya es yang berada tepat di depan kampus Potekkes Kemenkes Bengkulu ini buka pukul 10.00-18.00 wib.

Pelanggan Evi datang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pegawai kantoran, siswa SMA, dosen, dan masih banyak yang lainnya.

Osi Marwati (25), mahasiswi yang merupakan salah seorang pelanggan es dogan milik Evi mengungkapkan alasannya. “Aku senang beli es di sini karena harganya murah terus porsinya cukup banyak, tempatnya juga adem,” ungkapnya kepada BE.

Ide awal Evi menjual es dogan adalah ketika ia bercocok tanam sayuran tetapi mengalami kegagalan akibat kemarau. Dari situla ia mencoba usaha jualan es dogan, karena banyak respon pembeli yang suka terhadap es nya, maka Evi menekuni usaha tersebut hingga kini.

‘’Dulu sebelum berjualan es ini saya pernah usaha bercocok tanam, tapi karena saat itu kemarau yang cukup panjang akhirnya banyak yang mati. Saya pun mencoba berjualan es dan respon pembeli saat itu banyak yang senang,” ujar Evi, Senin (27/1).

Adapun kendala yang dialami oleh Evi saat berualan yaitu saat musim hujan. ‘’Musim hujan sangat berpengaruh terhadap penjualan. Jadi kita terpaksa libur dulu jualannya kalau misalkan hujannya jam 2 sore belum berhenti, yaa kita libur dulu,’’ demikian kata Evi.(Sigit)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*