Ngebut, Carry Hantam Penjual Duku

SUNGAI SERUT, BE – Kecelakaan tunggal kemarin terjadi di ruas jalan Bengkulu – Kepahiang dan jalan Bengkulu – Arga Makmur. Pertama mobil Suzuki Carry terbalik sekitar pukul 9.45 (11/3) di jalan raya Surabaya, Kecamatan Sungai Serut. Sedangkan kecelakaan lainnya terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di jalan raya Desa Sri Kuncoro Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Berdasarkan data dihimpun BE, kecelakaan terhadap mobil Carry berawal saat mobil Carry yang dikemudikan Reno menyambar penjual duku di Desa Surabaya yang tak jauh dari simpang 4 Nakau. Usai menabrak penjual duku, mobil tersebut terhempas ke aspal. Petugas Polsek Sungai Serut, DS Simanjuntak yang berada di TKP mengungkapkan, kejadian bermula saat Carry nopol BG 9226 DG melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kota Bengkulu. Namun saat jalan menikung dekat TKP, sopir mobil lepas kendali sehingga menyambar warung penjual duku yang ada di pinggir jalan itu. Mobil pun oleng kemudian terhempas ke aspal dengan posisi memotong badan jalan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian itu sempat memacetkan lalu lintas jalan yang di sekitar lokasi itu. “Mobil habis bawa duku dari Palembang. saat mau balik ke tempat asal, menyambar penjual duku di lokasi ini,” jelas DS Simanjuntak. Dari informasi di TKP, mobil berisi 4 orang penumpang, yakni Reno (sopir), Charles, Alek dan Riko. Ke-4 nya tidak mengalami luka serius, namun sekedar lecet di bagian siku dan lengan. “Tidak apa-apa, cuma lecet saja,” ujar Charles saat ditanya BE. Sementara mobil yang dikendarai mereka mengalami pecah kaca depan, serta ban belakang sebelah kiri pecah. Untuk beberapa lama mobil dibiarkan terbalik oleh Reno dkk sambil beristirahat memulihkan luka-luka. Sementara itu, penjual duku, Mariyama, warga Perumnas Tugu Hiu, Dusun Baru 4, Pondok Kubang, Bengkulu Tengah yang ada di lokasi saat mobil menyambar tempat jualan duku miliknya terkejut, hingga nyaris pingsan. Mariama yang diketahui menderita darah tinggi selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu untuk diobati. “Ibu saya tidak apa-apa, cuma pahanya yang kena hempasan kayu akibat hantaman mobil. Dia kena darah tinggi, jadi terkejut dan dibawa ke rumah sakit,” jelas Fitri, anak Mariayama. Akibat kejadian itu kata Fitri, ibunya mengalami kerugian Rp 500 ribu, serta biaya pengobatan. Namun, beruntung semua biaya ditanggung penabrak, Reno. “Jam 12.00 WIB tadi, ibu saya sudah pulang, dan kerugian sudah dibayar,” jelas Fitri.

Truk Terguling
Sementara truk batubara PT Titan yang dikemudikan Regar, kemarin siang terperosok ke siring. Tepatnya di ruas jalan Blok 7, Desa Srikuncoro, Km 4, Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah sekitar pukul 14.00 WIB. Rubiyati, pedagang makanan sekitar TKP menuturkan, kejadian bermula saat truk bermuatan batubara plat B 9060 LE melaju kencang dari arah Pasar Pedati. Saat berpapasan dengan truk lain, truk merah membelok ke arah kiri. Diduga terlalu jauh membanting setir, sehingga saat kembali membalas setir ke arah kanan ban depan membelok hingga menyebabkan mobil terpental. Dan truk pun terguling. “Tadi waktu ngelak truk di depannya, truk merah banting ke kiri. sempat ngerem, tapi kemudian terperosok,” ujar Rubiyati. Diketahui, sopir sempat linglung dengan kondisi truk. Dan meminta warga sekitar TKP untuk membantu mengeluarkan batubara di dalam bak truk. “Truk dari Bengkulu Utara tujuan Pulau Baai. Milik PT Titan,” jelas kenek truk tersebut. (cw2)