Ngaku Intel, Pemuda Peras 7 Remaja

baju merah ngaku intel, disampingnya pencuri ayamKOTA MANNA, BE – Berbagai macam cara dilakukan oleh seseorang untuk memaksa orang lain menyerahkan barang berharga kepada dirinya, termasuk dengan mengaku anggota polisi.
Seperti yang dilakukan Og (19), warga Desa Tebat Kubu Kecamatan Kota Manna. Mengaku sebagai anggota intel Polres Bs, ia berhasil mengambil hp dan jam tangan milik 7 remaja.
Namun akibat perbuatannya itu, Og ditangkap oleh unit buru sergap Polres BS dan saat ini sudah diamankan di Mapolres BS.
Kapolres BS, AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Farouk Oktora SH SIK mengatakan, Og ditangkap sekitar pukul 02.00 WIB dinihari kemarin saat sedang berada di areal parkir pasar malam Jalan Raja Wali, Tanjung Mulia, Pasar Manna.
Data terhimpun, sebelumnya Og memeras 7 remaja di kawasan Taman Merdeka, Jalan Sudirman, tepatnya di depan Sekretariat DPRD BS.
Dari ke-7 remaja itu, Og dirinya berhasil mengambil 4 unit handpone, 2 jm tangan dan uang Rp 10 ribu. “Saat ini pelaku sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” Kapolres.
Sementara Subakti (16), salah satu korban Og, menuturkan, malam itu ia dan ke-6 temannya yakni Tanto (18), Jhoni (16), Ikbal (17), Anggi (16), Widodo (17) dan Reyhan (17) sedang asyik ngobrol, tiba-tiba datanglah pelaku yang mengaku anggota intel. Pelaku pun langsung meminta semua barang milik ke-7 pelajar ini.
“Karena kami ketakutan kamipun langsung menyerahkan jam dan hp kami, setelah itu kami melapor ke Polres,” ujar Subakti pada BE kemarin.
Sementara itu, menurut pengakuan Og kepada BE, ia hanya iseng memeras remaja itu, sebab sebelumnya dirinya nonton pasar malam, lalu meminjam sepeda motor temannya, kemudian jalan-jalan ke Jalan Sudirman.
Saat itu dirinya melihat ada 7 remaja sedang nongkrong, sehingga muncul niatnya untuk memeras mereka. Karena merasa rambutnya cepak dan badan tinggi, ia mengaku sebagai intel. ” Saat itu saya mau jalan-jalan, tapi melihat ada 7 remaja asyik ngobrol padahal hari sudah tengah malam, timbul niat saya untuk memerasnya. Lalu saya dekati dan minta agar menyerahkan barang dan sayapun mengaku anggota intel,” terangnya yang mengaku baru pulang dari Bengkulu Utara ini sambil menunduk malu. (369).