Ngaku Dirampok, Karyawan Masuk Sel

MUKOMUKO,BE – Ngn (32) salah seorang warga Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko terpaksa harus menginap di hotel prodeo Mapolres Mukomuko. Pasalnya, karyawan salah satu perusahaan yang kantornya di Medan, Sumut itu telah melakukan tindakan pidana memberikan laporan palsu kepada pihak kepolisian. Kapaolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Laba Meliala SIK mengungkapkan, Sabtu (12/5) sekitar pukul 11.00 WIB tsk memberikan laporan kepada pihaknya bahwa uangnya sebesar Rp 9 juta telah dirampok di Desa Pondok Tengah, V Koto. Perampok itu berjumlah lebih dari 1 orang yang menggunakan motor. Awalnya, Ng mengaku selain uang Rp 9 juta, bajunya pun disayat-sayat oleh pelaku yang ia tuduh. Mendapat laporan itu pihaknya pun bergerak cepat dan langsung melakukan olah TKP. Setelah olah TKP, pihaknya menemukan kejanggalan-kejanggalan. Dari hasil pengembangan ternyata baju tsk itu bukan dirobek perampok kejahatan melainkan disobek oleh tsk sendiri. Dan begitu juga uang yang katanya dirampok Rp 9 juta tidak benar. Pasalnya tsk hanya mempunyai uang sebesar Rp 1,9 juta dan uang itupun disimpan di dalam aki motor milik pelaku. “Dari hasil pengembangan kita ternyata tersangka hanya membuat laporan palsu. Pasalnya dari olah TKP banyak kejangalan yang kita temui,” ujar Laba Meliala. Mendapatkan kejanggalan-kejanggalan itu pihaknya pun kembali melakukan pengembangan lebih lanjut yang akhirnya tersangka mengaku ia telah memberikan laporan palsu. Dengan alasan, supaya tagihan yang ia terima dari para konsumen tidak ditagih oleh bosnya yang ada di Medan. “Modus yang digunakan tsk ini, supaya uang tagihan yang ia dapat dari para konsumen dirampok. Sehingga ia tidak wajib untuk membayar tagihan itu kepada bosnya yakni diperusahaan Dwi Jaya Teknik,” jelasnya. Selanjutnya tsk dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Mukomuko untuk proses lebih lanjut. Dan pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya yang telah menyampaikan laporan palsu.(900)