Ngakak! Diperiksa Polisi Gara-Gara Ulah Aa Gatot, Sutradara Azrax Sewot

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

SEORANG sutradara biasanya senang dengan film yang digarapnya. Namun, hal berbeda disampaikan oleh sutradara film Azrax, Dedi Setiadi. Sebab, menurut Dedi, film yang ia sutradarai itu tidak bagus.

Hal itu Dedi sampaikan di Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/9). ?Ia menjadi saksi dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan peluru ?yang menjerat Gatot Brajamusti.

Dedi merasa terganggu dengan ?proses pemeriksaan sebagai saksi Gatot, yang membintangi dan menjadi produser film Azrax. “Ribet, kacau, pusing bukan kerjaan gue kok jadi ngapain gue ke sini, buang waktu aja ngapain coba ya kan, dan itu film busuk,” kata Dedi.

Sebagai sutradara, Dedi memberikan penilaian jujur terhadap film yang ia sutradarai. “Iya saya sutradaranya kalau jelek saya bilang aja jelek, ngapain saya bilang bagus,” ucapnya.

Menurut Dedi, pembuatan film merupakan suatu proses kreatif. Dalam berkreatif diperlukan kenyamanan dan ketenangan. Selain itu, ia menambahkan, perlu kedisiplinan dari aktor atau aktris yang terlibat.

“Inspirasi datang dari suasana, tapi kalau misalnya syutingnya itu dilalui dengan pemain yang enggak disiplin kadang janji jam 08.00 WIB, datang jam 15.00 WIB, mau jadi apa film? Gimana bisa jadi bagus, ya udah ilfeel (ilang feeling) lah,” ungkap Dedi. (gil/jpnn)