Ngaben Massal se-Provinsi

ngaben masal, ratusan miniatur dibakarARMA JAYA, BE – Ngaben massal yang digelar di Arga Makmur kemarin (4/6) sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari melibatkan ratusan miniatur yang terbuat dari ilalang dan rerumputan. Upacara keagamaan ini menelan dana ratusan juta rupiah. Setiap KK yang akan mengabenkan keluarganya dikenakan dana hingga jutaan rupiah.
Rangkaian acara tersebut, dawali dengan Mencaru, kemudian dilanjutkan Ngaskare atau istirahat, Pengasengan atau Pembakaran, Nganyut, Adna Wedana (panggil roh), Negare Gunung atau penyerahan ke air periukan dan terakhir Ngelihan (menempatkan sanggah). “Untuk acara nganyut, kita hanyutkan ke sungai air besi yang berada di dekat TPA Arga Makmur yang diyakinkan nganyut hingga ke laut. Kita harus mempercayai ini,” ujar Ketua Parisade Hindu Darma Indonesia (PHDI) BU, Made Astawa SP MM, kemarin.
Untuk acara ngaben Massal itu, Made menjelaskan, diikuti se-Provinsi Bengkulu. Yakni Kabupaten Kepahiang, Benteng, Seluma, dan BU menjadi tuan rumah. Serta mendatangkan pemimpin acara dari Lampung sebanyak lima orang yang diketuai oleh Indi Padende. Begitu pun dengan jumlah sesajen yang ada dipesan dari Lampung sebanyak dua tronton, karena di Provinsi Bengkulu itu sendiri tidak ada penjual sesajen.
Pantauan BE, ratusan umat Hindu itu mengikuti rangkaian acara dengan tertib dengan memegang sesajen dan mengeluarkan bau yang khas dan tajam. Anggota keluarga yang akan mengabenkan keluarganya sebelum pengasengan miniatur itu digendong. Kemudian abu pembakaran ngaben tersebut diambil dilakukan rangkaian ritual selanjutnya, yakni dihanyutan ke sungai. (117)