Nelayan Trawl Bengkulu Diberi Jadup Kebutuhan Pokok

demoBengkulu, bengkuluekspress.com – Perwakilan nelayan Pulau Baai, yang berdemo di kantor Gubernur Bengkulu, Senin pagi (26/3), diajak mediasi dengan pejabat Pemerintah provinsi Bengkulu.

Dalam mediasi tersebut disepakati Pemerintah provinsi Bengkulu, segera memberikan bantuan berupa jatah hidup bahan kebutuhan pokok untuk para nelayan Pulau Baai yang sudah 3 bulan tak melaut.

Mediasi tersebut awalnya diadakan di ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu. Dihadiri Sekertaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun, Pelaksana tugas (Plt) Kepalan Dinas Kelautan dan Perikanan Ivan Syamsurizal, serta perwakilan nelayan.

Disaat pertemuan berlangsung sekitar 30 menit, hadir Kapolda Bengkulu Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Choki Manurung dan Komandan Korem (Danrem) 041 Garuda Emas Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga,

Kemudian mediasi tersebut pindah ke ruang rapat Gubernur Bengkulu. Dengan dihadiri Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang sudah selesai melaksanakan kegitan agenda rapat diluar Pemda Provinsi Bengkulu.

“Sebelum alat tangkap yang nelayan minta tiba, agar tidak terkendala dengan kebutuhan hidup karena tidak melaut. Pemprov dan Badan Urusan Logistik (Bulog), serta lainnya akan menyalurkan bahan kebutuhan pokok bagi nelayan pulau Baai,” ujar Rohidin setelah selesai mediasi kepada BE Senin (26/3).

Rohidin menambahkan, sesuai kesepakatan awal terkait masalah bantuan dalam bentuk subisdi berupa pangan makanan disalurkan sampai permasalahan ini selesai.

“Secepatnya stok pangan distribusikan, untuk pangan berupa beras kita distribusikan sebanyak 3-4 ton,” kata Rohidin.

Sementara itu, perwakilan nelayan Bengkulu mengatakan, “Selama 3 bulan kami tidak melaut. Kami manusia biasa, juga butuh makan dan kehidupan yang layak.”

Dari pertemuan itu, Ahmad Supriono selaku perwakilan nelayan Pulau Baai, meminta alat tangkap dengan ukuran yang sama dengan alat tangkap yang dipakai sebelumnya atau ukuran 3 setengah inci.

“Hal itu sebelumnya juga sudah disepakati oleh Plt Gubernur Bengkulu. Kita tunggu saja hasilnya. JIka setuju, nelayan akan menggunakan alat itu. Alat yang setara dengan alat tangkap sebelumnya,” terangnya.

Lebih lanjut Ahmad Supriono mengatakan, alat tangkap penganti yang diinginkan berupa Gilnet semacam jaring milenium, tetapi juga harus disesuaikan dengan peraiaran laut Bengkulu.

“Untuk sementara waktu kami tidak akan melaut sembari menunggu pergantian alat tangkap tersebut,” katanya.

Menyikapi hal itu, Ivan Syamsurizal selaku Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu mengatakan, untuk bantuan pergantian alat tangkap sudah seminggu lalu didata berapa banyak jumlahb kapal eks trawl tersebut. Tergantung dari nelayan pemilik kapal mau diganti atau tidak. Karena yang sudah mengembalikan dokumen baru 65 dari 126 kapal di pulau Baai.

“Sebenarnya alat tanggap yang disediakan Ditjen KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) sudah tersedia ada 49 jenis alat tangkap. Tetapi karena permintaan nelayan yang meminta alat tangkap ukuran 3,5 inc itu butuh proses KKP akan membuatnya dulu. sementara di KKP yang tersedia hanya ukuran yang 4 inch,” ujarnya. (HBN)