Nelayan Temukan Pesawat Tanpa Awak

Sebuah pesawat tanpa awak berukuran sekitar 2,5 meter ditemukan seorang nelayan di Perairan Berakit, Tanjung Pucung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (12/11) sekitar pukul 06.00 WIB. Badan pesawat itu berwarna oranye dengan sayap warna kuning dan bertuliskan Banshee 5498.

Mukri,29, warga Kampung Simpangan, Toapaya, Bintan, mengatakan bahwa dirinya menemukannya pesawat tanpa awak tersebut saat sepulang dari melaut di sekitar Perairan Berakit, Tanjung Pucung, sekitar pukul 06.00 WIB. “Saya melihat ada benda warna oranye yang terapung-apung di laut,” kata Mukri.

Ia bersama kedua rekannya, Johar dan Nasib pun langsung mendekatkan perahunya ke benda tersebut. Setelah berada dekat, ia pun heran melihat sebuah benda yang bentuknya menyerupai pesawat tapi berukuran kecil. Tak jauh dari pesawat tersebut Mukri juga melihat sebuah parasut warna oranye yang kondisinya sudah terbuka dengan sebuah tali terhubung ke pesawat itu.

“Saya kira pesawat mainan, kalau pesawat mainan bentuknya sangat besar dan ada parasutnya juga,” terang Mukri.

Ia pun memutuskan untuk membawa pulang pesawat tersebut dengan dinaikkan ke perahunya. Sesampainya di rumah, tetangga yang mengetahui penemuan pesawat tersebut langsung berbondong-bondong ingin melihat keberadaan pesawat oranye tersebut.

Karena bingung bercampur rasa takut, Mukri memutuskan untuk melaporkan penemuannya tersebut ke pihak yang berwajib yaitu Polsek Gunungkijang. Kapolsek Gunungkijang, AKP H Butar Butar yang mendengar laporan dari Mukri langsung melakukan pengecekan.

Setelah dilakukannya pengecekan sementara, Kapolsek memutuskan untuk mengamankan temuan pesawat tersebut dengan membawanya ke Mapolsek Gunungkijang.  “Sekitar pukul 10.00 WIB kami turun mengecek pesawat tersebut di rumah Mukri di Kampung Simpangan,” kata Butar Butar.

Demi keamanan maka pesawat tanpa awak itu dievakuasi ke Mapolsek Gunungkijang dengan menggunakan sebuah mobil pick-up. “Kami tak tahu ini pesawat apa, tetapi yang jelas ini bukan pesawat mainan biasa,” jelas Butar Butar.

Setelah dievakuasi ke Mapolsek Gunungkijang, Butar Butar pun memutuskan untuk melakukan koordinasi dengan pihak TNI AU Tanjungpinang untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat tersebut.

“Untuk keterangan lebih lanjut itu pesawat pengintai kah atau pesawat mainan atau pesawat apa, nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dari TNI AU yang telah kami koordinasikan,” tambah Butar Butar.

Sekitar pukul 12.00 WIB sejumlah TNI AU datang ke Mapolsek Gunungkijang. Mereka terlihat memeriksa kondisi pesawat tanpa awak tersebut. Tak satu orang pun dari anggota TNI AU mau berkomentar mengenai jenis pesawat yang terbuat dari fiber itu.

Tak lama berselang, sebuah truk berukuran sedang milik TNI AU Tanjungpinang datang beserta sejumlah personilnya dan langsung mengevakuasi pesawat Banshee 5498 tersebut ke dalam truk. Sebelum mengevakuasinya, beberapa anggota terlihat memeriksa kembali kondisi pesawat tersebut dengan mengangkat bagian pesawat.

Komandan Pangkalan Udara TNI AU Tanjungpinang, Letkol Penerbang M G Hanafi ketika dihubungi melalui telepon mengatakan, pihaknya belum mengetahui jenis pesawat yang jatuh tersebut. “Masih kami dalami, belum tahu itu pesawat apa,” kata Hanafi.

Berdasarkan informasi di lapangan pesawat tanpa awak tersebut merupakan pesawat buatan Inggris. Setelah dilakukannya pemeriksaan lanjut oleh pihak Lanud Tanjungpinang, di dalam pesawat tersebut tidak ditemukan adanya kamera sehingga disimpulkan bahwa pesawat tersebut hanya untuk sasaran penembakan.

Banshee merupakan berarti roh perempuan dalam mitologi Irlandia yang biasa dilihat sebagai pertanda kematian. Dalam bahasa modern, Banshee berarti wanita misterius pembawa pesan kematian.(kwa/jpnn)