Nelayan Makin Sulit

Tangkapan ikan minim. Nelayan beralih tangkap udang  merah

NELAYAN di Kabupaten Mukomuko semakin sulit. Ditambah dengan cuaca yang tidak bersahabat, sehingga memaksakan nelayan berhenti melaut.

“Terpaksa kami berhenti melaut. Ini dikarenakan cuaca yang sangat berbahaya di tengah laut, seperti gelombang tinggi disertai angin kencang,” ungkap Nelayan Pantai Indah Mukomuko, Buyung kepada Bengkulu Ekspress.

Jika cuaca hingga beberapa hari ke depan tetap sama, kata Buyung, ratusan nelayan di wilayah itu bakal semakin sulit untuk mencari nafkah.
“Bagi yang ada kerja sampingan masih ada pendapatan yang didapati. Bagi kami yang hanya mengandalkan hasil melaut sulit untuk bertahan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Yah, pilihan lainnya berhutang dulu. Setelah melaut lagi dan mendapatkan hasil, hutangnya dibayar,” katanya.
Senada disampaikan nelayan lainnya, Ramli sejak beberapa minggu terakhir ratusan nelayan tidak melaut. Ini dikarenakan gelombang besar yang dapat mengancam keselamatan. Mayoritas

nelayan meluangkan waktunya untuk memperbaiki alat tangkap yang rusak. Ada juga yang beraktivitas lain, seperti berkebun dan lainnya.

“Yang tidak ada aktivitas lain. Selain memperbaiki alat tangkap, menunggu hingga cuaca kembali membaik,” ungkapnya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten

Mukomuko, Ramdani menyampaikan, bulan Juli ini sudah memasuki musim penghujan. Berdasarkan data BMKG, selain hujan juga terjadi angin kencang.
Ia mengimbau, kepada masyarakat, termasuk nelayan yang beraktivitas di laut untuk tetap waspada.

“Kita harap masyarakat yang beraktivitas di darat tetap waspada dan yang melaut disarankan berhenti dulu hingga cuaca kembali membaik,” imbaunya. (900)