Nelayan Diimbau Tak Melaut

 

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kaur sejak beberapa pekan terakhir ini telah memakan korban dijiwa dan hingga kini dua nelayan Desa Sulawangi, Kecamatan Tanjung Kemuning, belum juga ditemukan. Menyikapi hal ini, Wakil Bupati (Wabup) Kaur, Hj. Yulis Suti Sutri meminta kepada nelayan berhati-hati dan juga nelayan tak melaut jauh-jauh.

“Belakangan ini sudah banyak terjadi kecelakaan nelayan kita, makanya saya minta kepada nelayan agar lebih waspada dan jangan terlalu jauh melautnya,” imbau Wabup, kemarin (26/1).

Dikatakan Wabup, dengan potensi angin kencang memicu gelombang tinggi. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa menjadi petaka bagi nelayan saat melaut. Diperparah musim penghujan, tentu bisa membatasi jarak pandang dan mengganggu nelayan saat melaut. Ditambah lagi cuaca sewaktu-waktu bisa berubah saat dilautan lepas.

“Saat ini angin kencang dan gelombang laut tinggi. Kami yakin nelayan pun pasti lebih memahaminya. Nelayan lebih berpengalaman. Namun tetap harus lebih waspada,” terangnya.

Ditambahkan Wabup, selain meminta waspada kepada nelayan, ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Apalagi kondisi beberapa hari ini belakangan ini wilayah Kaur selalu diguyur hujan, baik malam maupun siang hari. Terutama bagi daerah yang rawan longsor khsusnya seperti di Kecamatan Nasal, Luas, Kinal Semidang Gumay, karena jalur ini posisi bukit dan jalan yang menikung jelas cukup berbahaya.

“Kita harapkan agar masyarakat ekstra hati-hati terutama bagi pengendara yang melintas jalur jalan raya di daerah longsor. Yang jelas jika hujan deras maka diharapkan tidak melewati daerah tesrebut,” tandasnya. (618)