Nelayan Beri Waktu 10 Hari

DOK/Bengkulu Ekspress NELAYAN: Konflik nelayan yang terjadi beberapa waktu lalu jangan sampai terulang lagi.

Siapkan Aksi Demo Trawl

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Nelayan tradisional Kota Bengkulu bakal melakukan aksi demontrasi jika tidak ada kejelasan penanganan perkara masalah trawl. Baik dari penegak hukum, serta tidak adanya penyelesaian dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait masalah penggunaan trawl di laut Bengkulu.



Nelayan tradisional Bengkulu yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB) memberikan waktu 10 hari bagi Pemprov Bengkulu dan penegak hukum menyelesaikan polemik penggunaan trawl. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka akan melakukan aksi. Hal tersebut dibenarkan kuasa hukum ANTB, Jecky Haryanto SH.

“Sebenarnya kita tidak ingin ada pengerahan massa. Tetapi karena tidak ada tanggapan dari penegak hukum dan pemerintah provinsi, kita sepakat melakukan aksi. Jika dalam 10 hari tidak ada penyelesaian,” jelas Jecky, kemarin (25/4).

Aksi demo muncul karena menurut nelayan tradisional sejak kasus perselisihan dengan nelayan trawl sampai saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah atau penegak hukum menyelesaikan polemik tersebut. Sampai akhirnya ANTB dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) melakukan pertemuan dan menghasilkan 5 kesepakatan penting serta komitmen.

Ditambahkan Jecky, sembari menunggu keputusan nelayan tradisinal akan melakukan sweeping di laut Bengkulu mencari kapal yang menggunakan trawl. Karena berdasarkan pengakuan dari nelayan tradisional, tidak sedikit nelayan trawl masih nekat menangkap ikan menggunakan jaring trawl. Agar tidak ketahuan, mereka menenggelamkan jaring trawl di laut.

“Nelayan tradisional masih akan melakukan sweping mencari nelayan trawl. Besar kemungkinan aksi akan dilakukan jika dalam waktu 10 hari tidak ada penyelesaian dari pemerintah provinsi dan penegak hukum,” pungkas Jecky. (167)