Nelayan Akui Solar Masih Normal

Pakar Ekonomi Bengkulu, Dr Ahmad Badawi Saluy
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sejumlah nelayan di Kota Bengkulu mengaku bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar masih normal. Hal ini mengingat Pertamina telah menyediakan bagi nelayan Stasiun Pengisian Bahan Bakar sendiri. Salah seorang nelayan tradisional di Tapak Paderi Kelurahan Malabero, Safarudin mengatakan, untuk saat ini solar masih aman, tetapi untuk kedepan pihaknya belum mengetahuinya karena belum seluruh nelayan melaut.

“Kami mulai melaut Senin (6/8) lalu, kalau memang adanya pembatasan oleh Pertamina maka kami yang akan merugi,” kata Safarudin, kemarin (9/8).

Seperti diketahui, nelayan di Bengkulu dalam sehari membutuhkan 20 hingga 60 liter solar perhari untuk melaut. Jika terjadi pembatasan pasokan solar jelas akan merugikan para nelayan di Kota Bengkulu mengingat ada kurang lebih 60 nelayan yang membutuhkan solar bersubsidi



“Tapi kami tidak pernah membeli solar baik di Pondok Besi ataupun TPI Pulau Baai, tetapi kami beli langsung dari pengecer dengan harga yang tidak begitu mahal,” ujar Safarudin.

Sementara itu, Ahmad (35) nelayan di Kota Bengkulu lainnya mengaku, saat ini solar belum terlalu mengalami kelangkaan. Meski begitu dirinya tetap membeli di eceran mengingat lebih praktis dan mudah. Lebih lagi harga yang ditetapkan oleh pihak pengecer tidak begitu tinggi atau hanya Rp 6 ribu perliternya. “Harga solar tidak begitu mahal, pengecer hanya mengambil untung Rp 500, kalau di SPBU kan Rp 5.500 harganya, lagian penjual solarnya juga orang kita inilah,” terang Ahmad.

Pengecer Solar di Tapak Paderi Kota Bengkulu, Aminah mengatakan, pihaknya menyediakan pasokan BBM jenis solar sebanyak kurang lebih 800 liter. Pasokan tersebut tidak semata-mata ditampungnya untuk kegiatan penimbunan melainkan untuk menyediakan bagi para nelayan di Kota Bengkulu. “Bukan hanya saya saja yang menjual solar, hampir tiap pengecer solar disini menyetok sampai 800 liter untuk nelayan sekitar,” jelas Aminah.

Dirinya mengaku, solar didapatkan dari SPBU khusus nelayan di Pondok Besi. Bahkan pihaknya menilai saat ini kondisi solar di Pondok Besi yang dikirim oleh Pertamina masih mencukupi untuk beberapa hari kedepan. Tetapi jika pasokan solar di Pondok Besi habis, biasanya dirinya membeli di SPBU. “Saat ini masih normal, tapi kalau habis biasanya ke SPBU belinya,” tukas Aminah.(999)