Nasi Bungkus Online yang Sebabkan Warga Keracunan Mengandung 2 Bakteri

APRIZAL/BE
Kepala Dinkes BU Syamsul Maarief SKM MKes

ARGA MAKMUR, BE – Dari hasil pemeriksaan Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu. Terkait dengan kasus keracunan masal yang terjadi pada tanggal 15 Februari 2020 lalu, dimana sebanyak 62 warga Kecamatan Arma Jaya dan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) setelah membeli nasi bungkus online dengan harga murah. Berdasarkan hasil laboratorium nomor R-PP 01.02.99.992.02.20.525 tanggal 27 Februari 2020, tentang hasil pemeriksaan sampel makanan nasi bungkus, ditemukan POSITIF bakteri, yakni.Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten BU Syamsul Maarief SKM MKes saat dikonfrimasi awak media.

“Ya, berdasarkan dari hasil laboratorium BPOM Provinsi Bengkulu yang kita terima hari ini ditemukan positif bakteri,” kata Arief.

Arief menambahkan, bahwa ditemukan ada 2 jenis bakteri yang ditemukan dalam makanan tersebut diantaranya bakteri Staphylococcus Aureus, yang menyebabkan diare, nyeri dan keram perut, mual dan muntah. Bakteri ini bisa ada di makanan melalui tangan pengolah/penjamah yang kotor, kuku tangan yg kotor, penjamah dalam kondisi flu. Dan kedua bakteri Bacillus Cereus, yang menyebabkan muntah dan diare. Bakteri ini biasanya ada di olahan daging, susu, sayur yang disimpan pada suhu yang salah. Jika bakteri ini masuk ke pencernaan akan menyebabkan gejala keracunan pertama akan dirasakan penderita kurang dari 24 jam.

“Dari hasil tersebut memang ada 2 jenis bakteri yang ditemukan yakni bakteri Staphylococcus Aureus dan bakteri Bacillus Cereus,” ujarnya.

Terkait dengan hasil tersebut, Arief mengimbau kepada pengelola makan yang ada di Kabupaten BU agar selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun, memotong dan membersihkan kuku. Jika sedang flu harus menggunakan masker, mencuci bahan makan di air bersih dan mengalir, menyimpan bahan makanan dan makanan jadi pada suhu yang benar. Tidak memasak atau memanaskan makanan jadi yang sudah basi.

“Ya kita imbau kepada seluruh pengelola makanan dan minuman baik rumah makan dan jual makan online yang ada di Kabupaten BU untuk membiasakan salalu menjaga kebersihan dan agar bisa ikut penyuluhan atau konsultasi tentang Hygiene Sanitasi Makanan ke Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat. Agar hal serupa tidak terjadi lagi, hal ini demi kepentingan kita semua,” tukasnya.(127)