Nasdem Siap Isi Ketua DPRD kota

kursi Caleg
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sejak Erna Sari Dewi mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPRD Kota Bengkulu sekitar 6 bulan lalu, hingga saat ini kursi ketua tersebut masih kosong, dan belum ada proses Pergantian Antar Waktu oleh Partai Nasdem.

“Usulan sudah disampaikan ke DPW Provinsi dan DPP Nasdem, kita masih menunggu keputusan pusat, siapa nanti yang akan dilakukan PAW,” ujar Cahyo, kemarin (20/7).

Namun bukan berarti tidak mungkin jabatan Ketua DPRD kota akan jatuh ke tangan Roni Tobing yang saat ini memiliki posisi strategis yakni sebagai Ketua DPD Nasdem kota, dan juga memiliki suara terbanyak kedua pada Pileg 2014 lalu.  Hal ini pun, mendapat perhatian dari Pengamat Politik UNIB, Drs Azhar Marwan MSi, yang mengatakan bahwa Nasdem harus segera memutuskan siapa yang menjadi ketua, menginggat kekosongan kursi ketua tersebut sudah cukup lama. Jika dilihat dari sisi kelembagaan legislatif meski bersifat kolektif kolegial, namun posisi seorang ketua sangat dibutuhkan sebagai kelengkapan organisasi. Tanpa kelengkapan seorang ketua ini, maka jalannya roda kelembagaan itu akan pincang.

“Paling tidak ini akan menghambat, apalagi saat ini masa pembahasan anggaran APBD, tentu untuk mengambil keputusan posisi ketua sangat dibutuhkan. Makanya parpol ini harus direspon cepat,” kata Azhar.

Ia juga mengharapkan kedepan, setiap parpol harus solid dan memegang komitmen, jika seorang kader sudah dicalonkan legislatif, maka harus komitmen selama 5 tahun berada di posisi itu sehingga tidak menganggu.  Terlebih lagi selain Erna, Yudi Dharmawansyah juga telah menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua II DPRD kota sekaligus mengundurkan diri sebagai kader Partai Gerindra bersama anggota DPRD lainnya yakni Sutardi, karena sudah pindah ke Partai Golkar. Hal ini sangat disayangkan, lanjut Azhar, karena DPRD kota sudah banyak sekali terjadi PAW, mulai dari kasus hukum, kemudian mengikuti Pilwakot, perpindahan partai dan lain-lain.



” Kalau dipikir partai rugi untuk apa lama-lama PAW, anggota mereka jelas kurang 1 orang dilegislatif apalagi posisinya strategis dan centralistik sebagai ketua. Kalau dibiarkan lama, asumsi publik seolah-olah untuk menduduki kursi ketua ada tawar menawar. Seakan-akan PAW ini sulit, padahal tidak sulit, dan berjalan normal seharusnya,” tandasnya.

Anggota Fraksi Nasdem, Reni Heryanti yang saat ini masih duduk di kursi komisi III DPRD kota, dikabarkan pindah ke Partai Demokrat. Hal ini terungkap pada saat pendaftaran Bakal Calon Legistif (Bacaleg) Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, dimana dalam daftar bacaleg yang diajukan Partai Demokrat terdapat nama Reni Heryanti, sedangkan di daftar usulan bacaleg di Partai Nasdem nama Reni Heryanti tidak dicantumkan.

Ketua DPD Nasdem Kota Bengkulu, Roni Tobing mengaku tidak mengetahui bahwa salah satu kadernya tersebut pindah ke parpol lain. Karena, sejauh ini belum ada komunikasi yang dilakukan Reni terhadap partai Nasdem.  ” Sampai saat ini informasi itu saya belum dapatkan. Memang di Partai Nasdem dia (Reni) tidak mendaftar untuk caleg, nah kami tidak tahu apakah dia mencalon lagi atau tidak,” kata Roni.

Selain itu yang membuat Nasdem binggung, Reni sendiri belum menyampaikan surat pengunduran diri, tetapi jika perpindahan Reni ke parpol lain terbukti, Roni mengaku belum bisa memutuskan apapun, karena akan segera melakukan komunikasi dengan DPW dan DPP Nasdem terlebih dahulu untuk menentukan sikap seperti yang harus diambil.  ” Kita berjalan sesuai dengan mekanisme saja nanti, karena surat menyurat tentang dia belum ada masuk ke saya,” bebernya. Sementara itu, saat dikonfirmasi Reni Heryanti belum berkenan memberikan komentar apapun terkait isu perpindahannya tersebut.(805)