Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas

Wadir Res Narkoba Polda Bengkulu AKBP Drs Supriadi
Wadir Res Narkoba Polda Bengkulu AKBP Drs Supriadi

 

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Narkoba yang didapat dari dua orang tersangka pengedar berinisal RR dan NS, serta tiga orang pengguna yang dua diantaranya merupakan oknum dosen dan dokter berinisial

BI dan FA, setelah diselidiki dan didalami oleh tim penyidik Res Narkoba Polda Bengkulu, ternyata berasal dari napi yang berada di dalam Lapas Kelas II Bengkulu.

Berdasarkan data yang diperoleh BE, narkoba tersebut bukan berada di dalam lapas, namun yang menjalankannya atau sebagai bandarnya merupakan narapidana yang ditahan dalam kasus yang sama yang nendekam di Lapas. Hal tersebut berdasarkan keterangan tersang RR saat dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik.

“Memang benar setelah kita selidiki dan dalami ternyata yang menjadi bandar sekaligus yang memiliki barang tersebut masih pemain lama yang saat ini sudah mendekam di dalam Lapas,” terang Direktur Res Narkoba Polda Bengkulu AKBP Imam Sachroni melalui AKBP Supriadi, kemarin (16/5).

Ia menjelaskan, kedua tersangka ini merupakan kurir sekaligus pengedar yang mana bekerja di bawah perintah atau komando seorang napi yang berada didalam lapas dan hingga saat ini pihaknya masih mendalami peran napi tersebut. “Jelas ini menjadi pekerjaan kita tetapi kita yakin kejahatan seperti ini akan kita bongkar terus hingga ke akar-akarnya,” ujar Imam.

Ia mengatakan, Polda akan meminta keterangan pihak lapas mengenai akses narkoba tersebut, kenapa napi tersebut masih bisa melakukan pekerjaan lamanya meskipun sudah berada di dalam jeruji besi.

“Kita dalam waktu dekat ini akan berdiskusi dan berkunjung ke lapas dan rutan yang ada di Kota Bengkulu ini untuk membicarakan hal tersebut sesuai perintah Kapolda Bengkulu,” jelas Imam.
Imam menjelaskan, nantinya ke dua tersangka RR dan NS akan dijerat pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sedangkan untuk oknum dosen dan dokter akan dilakukan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.(529)