Nanik Irianti MM

Profil

Nama : Nanik Irianti MM
TTL : Yogjakarta, 12 Januari 1962
Profesi : Pengawas Paudni Dispendik Kota Bengkulu
Tutor UT

Putra
1. Frendy Brawijaya Kusuma
2. Brigpol M Fan Ricardo
3. M. Bima Firdana Kusuma, SH
4. Salsabila Nandisya

Pendidikan
SDN Bantul, Yogjakarta
SMPN Bantul, Yogjakarta
SPG Yogyakarta
S1 UMB
S2 STIMA
Prestasi
Guru Teladan tahun 1998
Juara Sandiwara Boneka
Juara Porseni IGTK tk Nasional
Juara Bercerita anak tk Nasional
juara Aerobik
Asesor TOT Terbaik I tk Nasional tahun 2009
Pengawas Terbaik Tk kota
Prestasi dan Cinta Anak
NANIK Arianti selama ini bergelut dengan dunia pendidikan
tingkat usia dini, yang disebut Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni).
Wanita kelahiran Yogjakarta ini, 12 Januari ini kini berusia 51 tahun, merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Ayahnya M.A Damar saat itu menjabat sebagai carik atau sekretaris desa di kampung, sekaligus pernah menjabat sebagai anggota DPRD tahun 1966. Berkat didikan orang tuanya, Nanik bisa hidup mandiri dan kritis. Karena Kritis, Nanik sudah diarahkan orang tuanya untuk aktif berorganisasi disekolahnya sepeti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Nanik kecil memang terlihat sudah cerdas, dibuktikan setiap tahun selalu berprestasi di kelasnya, tak hanya itu ia juga berprestasi kegiatan luar sekolah yang berhubungan dengan olah bakat seperti seni tari prestasi itu diperoleh baik ditingkat sekolah, kabupaten hingga provinsi. Kecintaan terhadap anak-anak membuat Nanik bercita-cita ingin menjadi guru, tetapi sempat goyah setelah ia lulus SMP, sehingga melirik pada pekerjaan lain.

 

Cita-cita yang diharapkan itu dikuatkan oleh orang tuanya yang juga berkeinginan anaknya untuk maju dan cepat bekerja setelah lulus SMA, “Orang tua selalu mengarahkan menjadi guru suatu hal yang mulia, dan setamat sekolah bisa langsung bekerja, “ujarnya, akhirnya ia mengambil sekolah jurusan guru yang saat itu dikenal SPG (Sekolah Pendiikan Guru) jurusan Taman Kanak-kanak.
Dalam perjalanan meniti karir, ia menikah dengan Edy Herwansyah , yang kemudian membawanya hingga ke Bengkulu. Karena, suaminya dipindah tugaskan ke Bengkulu yang saat ini bertugas pada Dinas Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu. Dari pernikahanya, ia dikarunai tiga putra yakni, Frendi Brawijaya Kusuma, AMd bekerja di RS Tiara Sella, Brigpol M. Fan Firdawan Kusuma, SH bertugas di Polres Kepahiang, M Bima Firdawan Kusuma, SH dan Salsabila Nandisya masih proses pendidikan.
Sejak tiba di Bengkulu, inilah awal Nanik mengawali karir, pada tahun 1982 diangkat menjadi guru dan ditugaskan di SDN 42 Kota Bengkulu. selama sepuluh tahun berprofesi sebagai guru SD, tak berbeda dengan guru lainnya. Pernah terkena mutasi dari satu sekolah ke sekolah lain, namun mutasi itu sangat dinikmati, “Dimutasi itu memperbanyak pengalaman, banyak teman dan bersilahturahmi, ” katanya. Dan kemudian ia melanjutkan pendidikan S1 dan ditugaskan menjadi guru Taman Kanak-kanak.
Kecintaan pekerjaan dengan dunia anak-anak menyatu dalam hidupnya, sehingga membuat karir nanik menanjak, berbagai prestasi ia raih bahkan hingga dikirim ke tingkat nasional. Kemudian dimutasikan oleh pimpinanya untuk menjadi pengawas hingga saat ini.

Mesti sempat diparkir(nonjob), tak membuat, Nanik menjadi patah arang. Kakak ipar Spesialis Kandungan dr Zayadi S.Pog justru terus bebenah dan meningkatkan pendidikanya, kemudian bekerjasama dengan pengawas lainnya menjadi satu tim leaders, dan telah menghasilkan karya yang saat ini telah diterapkan di sekolah, karya itu berupa konsep penialai guru taman kanak-kanak, yang saat ini sudah diusulkan ke diknas dan menjadi model penilaian TK se-Kota Bengkulu.
Nanik yang juga berprofesi sebagai tutor Universitas Terbuka itu nyaris tak memiliki waktu luang bersama keluarga, namun ia tetap mengedepankan tanggungjawab dan kodratnya sebagai ibu rumah tangga, ” Bagi saya keluarga nomor satu, meski jarang bersama saya selalu tak lepas komunikasi, ” katanya. Kesibukanya cukup luar biasa, selain mengawasi ke 19 Taman Kanak-kanak se Kota Bengkulu, juga sering dipanggil mejadi narasumber di tingkat kabupaten, dan belum lama ini ia harus mengisi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kaur dan Seluma. “Saat ini kepedulian pemerintah terhadap taman kanak-kanak sangat bagus, istri Wabub, istri sekda yang terlibat sebagai bunda Paud sudah mulai memperhatikan geliat kanak-kanak, ” bebernya.
Ibu dari empat putra ini sangat berkomitmen dalam memajukan pendidikan anak bangsa, ia juga ingin menghilangkan image guru malas ngajar, “Image saat ini hari kejepit dan hari hujan sering tidak masuk, untuk menghilangkan image itu saya sering mengawasi pada hari-hari tersebut, ” tegasnya.
Ia mengajak seluruh perempuan Bengkulu untuk tidak berhenti memiliki mimpi menjadi yang lebih baik, dengan kesempatan dan kemampuan yang diberikan, wanita bengkulu juga diharapkan mampu memiliki usaha sampingan seperti berdagang, membuka toko dan banyak lagi, karena dengan pendapatn tambahanini membuat kita selain lebih bersyukur namun jangan lupa untuk tetap bersedekah terhadap sesama, pesannya. (endang)