Nama Sandiaga Uno Dipilih

sandiaga uno
Foto : IST

Demokrat Tetap di Koalisi Gerindra

JAKARTA,Bengkulu Ekspress – Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Feri Juliantono mengakui nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Nama Sandiaga Uno ini sudah muncul beberapa waktu lalu, namun baru menguat semalam (Rabu 8/8) setelah cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Andi Arief membuat publik hebioh dengan cuitannya di akun twitter, jika Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp 500 miliar untuk memuluskan langkahnya sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

Meksi begitu, Feri mengakui nama Sandiaga Uno sebagai Cawapres akan dikomunikasikan terlebih dulu dengan partai koalisi, terutama dengan PAN dan PKS. “Ya dia sudah mulai mengerucut, tapi ini kan ini baru mau. Harus konsultasi kembali dengan partai-partai lain, terutama PAN dan PKS,” kata Feri kepada awak media, Kamis (9/8).

Dikatakan Feri, nama Sandiaga Uno hampir dipastikan sebagai Cawapres nanti, setelah komunikasi dengan partai-partai koalisi lain dan harus diterima oleh semua partai koalisi. “Ya hampir. Hasil pembicaraan dari partai politik yang ada terus memunculkan nama yang kira-kira bisa diterima semua pihak. Nama pernah dibahas, tapi belakangan baru muncul. Ya ini kan difinalkan hari ini,” jelasnya.

Feri melanjutkan, pertemuan antara semua partai pendukung akan berkumpul sebentar nanti untuk membicarakan finalisasi nama Cawapres Prabowo Subianto. “Saya rasa akan berkumpul bersama dengan partai lain, kemudian akan dibicarakan finalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Devisi Advokat dan Hukum Ferdinand Hutahean mengatakan, koalisi antara Demokrat dan Gerindra akan terus berjalan hingga Pilpres 2019 dan akan dilakukan pertemuan-pertemuan berikutnya antara Demokrat dengan Gerindra.

“Sampai saat ini koalisi berjalan terus, makanya ada pertemuan. Kalau koalisi bubar, tentu tidak ada pertemuan, artinya pertemuan ini menjadi bukti bahwa koalisi masih ada dan tidak bubar, mudah-mudahan berjalan dengan baik,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Kamis (9/8).

Tak sampai disitu, Ferdinand juga menegaskan, Demokrat tetap bekerja untuk merealisasikan janji menjadikan Prabowo Subianto sebagai Presiden 2019. “Kita Demokrat ingin bagaimana Prabowo bisa menang 2019 ya, sebagaimana supaya bisa menang 2019 intinya itu. Masalah wakil memang sekarang yang menjadi topik serius yang dibicarakan partai Demokrat. Ayo siapapun yang jadi wakilnya, yang penting bisa membantu memenangkan Pak Prabowo. Seperti itu posisi kita,” tegasnya.



Politisi asal Sumatera Utara itu menjelaskan, pernyataan Andi Arief lewat akun twitternya itu adalah hal biasa dalam politik, biar makin ramai perpolitikan. Tak hanya itu, Ferdinan juga mengakui, cuitan Andi Arief tidak mewakili Partai Demokrat, tetapi itu lebih pendapat pribadinya. Pasalnya, sikap partai terkait satu masalah akan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum Partai atau Sekjen Partai.

“Itu biasa didalam politik saut-menyaut, kalau gak gitu media kan enggak ada beritanya. Oh tentu tidak mewakili Demokrat. Demokrat itu kalau sudah bicara tentu akan diwakili oleh Ketum atau Sekjen, kalau suara resmi partai itu pasti Ketum atau menugaskan Sekjen, diluar itu, tidak bisa dianggap suara partai. Kami suaranya juga menyampaikan amanat partai. Suara resmi terkait arah-arah politik dari Ketum atau Sekjen, itu protaf,” jelasnya. (RBA/FIN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*