Nakes di BU Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

APRIZAL/BE
Ruang tulip yang merupakan tempat ruang isolasi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Arga Makmur.

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) menyatakan bahwa kasus terkonfirmasi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda penurunan. Karena perharinya terdapat 30 hingga 40 penambahan kasus baru. Sehingga membuat tenaga medis (Nakes) di daerah tersebut kewalahan untuk menangani pasien Covid-19. Pertanggal 25 Juli 2021 terdapat 77 kasus baru, yakni 23 kasus dari Kecamatan Arga Makmur, 9 kasus dari Kecamatan Pinang Raya, 8 kasus dari Kecamatan Ketahun, 4 kasus dari Kecamatan Putri Hijau, 2 kasus dari Kecamatan Tanjung Agung Palik dan 14 kasus dari Kecamatan Kerkap.
“Ya, dengan adanya penambahan kasus tersebut, total kasus Covid-19 di BU kembali meningkat berjumlah 1.488 kasus dengan kasus aktif saat ini berjumlah 296 kasus. Ini dapat kita lihat belum ada tanda-tanda penurunan,” kata Tim Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten BU, Ujang Ismail SKM MPH yang juga merupakan Kabid P2P Dinkes BU.

Ujang juga menyampaikan, bahwa selain penambahan kasus, jumlah kasus sembuh juga mengalami penambahan sebnayak 85 orang, sehingga total kasu sembuh saat ini berjumlah 1.158 orang yang telah dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 1 orang sehingga total pasien covid-19 yang meninggal dunia berjumlah 29 orang.
“Meski ada pasien sembuh tidak berati angka kasua covid-19 mengalami penurunan, maka dari itu saya selaku tim Satgas Covid-19 terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerpakan potokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau bukan kita siapa lagi,”tukasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur dr Herawati SPPK mengatakan, saat ini tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit ini mulai kewalahan menangani pasien covid-19, karena banyak pasien yang dirawat. Namun untuk memgatispasi hal tersebit pihak RSUD Arga Makmur memberlakukan kepada setiap nakes untuk menjalani isolasi mandiri. Namun isolasi mandiri yang dilakukan oleh nakes ini bukan karena mereka terpapar covid-19,melainkan sudah menjadi kebijakan rumah sakit untuk membangkitkan imun nakes agar tidak tumbang akibat terpapar covid-19.
“Kita akui dengan terus ada peningkatan kasus, membuat kita (Nakes) menjadi kewalahan. Maka dari itu kita, memberikan para nakes untuk isoman secara bergantian untuk membangkitkan imun nakes agar tidak tumbang akibat terpapar covid-19,” terangnya.

Selain itu, Herwati juga menuturkan, bahwa untuk saat ini dari 52 tempat tidur yang ada saat ini terdapat 20 pasien yang dirawat di rawat sebelumnya terdapat 34 pasien yang dirawat. Namu hal ini tidak menutup kemungkinan akan adah penambahan pasien baru jika kasus terus meningkat.
“Kita harap semoga penyebaran covid-19 di BU dapat menurun, asalkan semua masyarakat dapat disiplin dalam menjalankan prokes dan mematuhi kebijakan-kebjijakan yang diberikan pemerintah,”tukasnya.(127)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*