Mutasi Kepala SMA/SMK Usai UN

FOTO: Nopian Andusti SE MT
FOTO: Nopian Andusti SE MT

BENGKULU, Bengkulu Ekspress РRencana Mutasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kepada Kepala Sekolah (Kapsek) SMA/SMK benar-benar akan dilakukan. Pelaksanaanya sendiri akan dilakukan setelah Ujian Nasional (UN) siswa SMA/SMK pada bulan April mendatang.  Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, dalam waktu dekat dipastikan mutasi kapsek tidak akan dilakukan.

“Saya pastikan tidak ada mutasi dalam waktu dekat. Tapi setelah UN kita lakukan mutasi,” ujar Nopian, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (24/1).

Dikatakanya, mutasi kapsek ini memang bakal akan digelar, bahkan assesment sudah dilakukan oleh semua kepsek. Namun demikian, hasil assesment bukan hanya jadi acuan semata. Sebab ada akan ada penilaian langsung dilapangan, terkait kinerja masing-masing Kepsek selama menjabatan.

“Kita lakukan penilaian secara keseluruhaan. Jadi tidak hanya assesment saja,” paparnya.

Menurut Nopian, dipastikan tidak ada mutasi dalam waktu dekat ini dilakukan, agar semua Kepsek dapat fokus mempersiapkan UN nantinya. Jika mutasi benar akan dilakukan sebelum UN, maka dikhawatirkan akan menggangu kosentrasi kepsek dalam persiapan UN. Untuk itu, Nopian meminta kepsek tidak perlu memikirkan mutasi tersebut.

“Silahkan fokus menghadapi UN, karena kita ingin UN nanti benar-benar sukses digelar,” tambah Nopian.

Meski tetap dilakukan mutasi, langkah itu menurutnya menjadi hal biasa untuk memberikan penyegaran organisasi di sekolah. Namun bagi kepsek yang dinilai masih sangat layak untuk memimpin, dipastikan akan tetap dipertahankan. Sehingga kepsek tersebut, benar-benar bisa membangun kinerja pendidikan disekolah berjalan dengan baik dan menciptakan lulusan yang hadal.

“Ini yang kita inginkan. Jadi bagimana lulusan SMA/SMK kita itu benar-benar berkualitas,” tegasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, kapsek jangan sampai terpengaruh dengan isu mutasi. Menurutnya, mutasi kapsek yang sudah menjadi hal biasa untuk mengevaluasi atau memberikan penyegaran kepada organisasi. Namun tetap untuk melakukan mutasi juga dibutuhkan pertimbangan matang, tidak hanya melalui assesment yang sudah digelar selama ini.

“Tidak perlu terganggu dengan isu mutasi. Terpenting sekarang, bagaimana Kepsek sebagai leader, mampu membangun pendidikan berkarakter dan berkualitas,” terang Rohidin.

Selain dari hasil penilaian, mutasi Kepsek itu bisa dilakukan jika telah ada laporan dari pihak pengawas yang disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) di masing-masing kabupaten-kota dan di tingkat provinsi serta ditembuskan ke gubernur. Namun hingga saat ini laporan tersebut belum diterimanya.

“Ajak rapat dulu pengawas di seluruh wilayah, mereka yang tahu persis kepsek mana yang pantas dan harus terus dipertahankan karena prestasi kerja yang baik. Saya kira nilai tes tertulis kemarin itu bisa menjadi salah satu variabel, selain kemampuan managerial dan kecerdasan sosial dalam memimpin, ” pungkasnya.(151)