Musim Panen Tiba, Harga Kopi Turun

Bengkulu
Doni/Bengkulu Ekspress Diun (40) petani kopi tengah membolak-balik kopi yang sedang dijemur dibawah terik matahari, menggunakan alat pertanian tradisional

KEPAHIANG, BE – Petani kopi di Kabupaten Kepahiang membutuhkan kepastian kesetabilan harga jual kopi disaat musim panen. Sebab setiap panen kopi harga selalu turun.
Petani Kopi Rimbo Donok Diun (40) menceritakan bila sebelum panen kopi harga jual beras kopi cukup tingga bahkan mencapai harga Rp 26 ribu perkilonya. Tetapi setelah warga panen maka harga akan langsung turun hingga bisa dibawah Rp 20.000.

“Kesulitan kita disana, sebelum panen harga sangat tinggi namun setelah kita panen kopi dan dijual harganya turun. Kata tokenya harga kopi sudah turun, kita mau tidak mau ya jual kopinya,” ungkap Diun.

Permasalahan serupa disampaikan Nurdin (39) petani kopi di Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang bila harga jual beras kopi tidak stabil di Kabupaten Kepahiang. Akibatnya selesai musim penan maka kalangan petani selalu kesulitan keuangan pasca panen. “Usai panen maka usia juga uangnya, harapan kita harga bisa stabil, terlebih kopi saya juga masih dijemur. Sekarang dengar-dengar harga sudah turun lagi,” ucapnya.

Berikan Pembinaan

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang mendorong pembinaan kepada kalangan petani kopi di Kabupaten Kepahiang agar dapat meningkatkan produksi kopinya. Supaya Kabupaten Kepahiang dapat mendongkrak hasil panen kopi nasional, terlebih saat ini kopi kepahiang sudah menuju pasar internasional. Rabu (9/5) jajaran Pemkab Kepahiang memfasilitasi workshop “Kopi Robusta Kepahiang Menuju Pasar Internasional” dengan menghadirikan ketua umum Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Irpan A, perwakilan Bank Indonesia, serta jajaran FKPD dan OPD Kabupaten Kepahiang dengan ikuti para petani. “Jumlah ekspor kita masih kalah dengan Vietnam, karena jumlah produksi kopi di Indonesia jumlah belum dapat menyaingi negara tersebut,” ujar Irfan dalam sambutannya.

Sementara Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM mengajak masyarakat Kabupaten Kepahiang terutama petani kopi untuk lebih giat dalam bertani. Agar hasil panen bisa semakin banyak setiap tahunnya, para petani juga dilakukan pendampingi oleh petugas pertanian agar dapat memberikan bekal pengetahui mengenai cara penanganan dan perawatan kopi supaya bisa menghasil buah lebih lebat. “Kita dorong itu dengan berbagai program dibidang pertanian, karena di Kepahiang perekonomian masih bergantung dengan pertanian kopi. Dengan adanya workshop ini merupakan langkah bagus untuk mendorong semangat petani dalam bertani,” tuturnya. (320)