Musim Hujan, Warga Kota Curup Kesulitan Air

CURUP, BE – Mestinya warga kesulitan air pada musim kemarau, yang membuat sejumlah petani tidak bisa bercocok tanam karena lahan pertanian yang mengalami kekeringan.  Kondisi berbeda malah terjadi di Kabupaten Rejang Lebong (RL), warga kesulitan air disaat hujan hampir setiap hari membasahi Bumei Pat Petulai.  Uniknya lagi, kondisi itu terjadi di Kota Curup.

“Kami terpaksa membeli bak penampung dua buah untuk menampung air hujan agar bisa mandi dan mencuci pakaian. Kondisi ini terjadi saat PDAM RL melakukan pemutusan aliran air,” terang salah seorang warga, Rizal (31) yang tinggal di Sukowati Curup, Minggu (11/11).

Dijelaskan Rizal, pasokan air dari  PDAM RL, merupakan satu-satunya sumber air andalan warga untuk mandi dan mencuci pakaian.  Namun sejak pemadaman total aliran air PDAM, warga terpaksa menungungsi agar bisa mandi dan mencuci pakaian. “Untuk buat sumur mungkin tidak bisa, karena kondisi rumah kami di dataran tinggi.  Paling tidak harus pakai sumur bor, namun kami tidak punya uang untuk itu, karena harganya mencapai Rp 8 juta,” sesalnya.

Rizal menerangkan, sebelum hujan mulain rutin di wilayah Curup, ia bersama keluarganya sering mengungsi ke rumah kerabatnya untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan air untuk memasak.  “Kalau mencuci kami tempat keluarga, namun kalau untuk masak, kami terpaksa membeli isi ulang setiap harinya agar terjamin kesehatannya,” aku Rizal.

Beberapa malam yang lalu, diakui Rizal  memang sempat ada petugas PDAM yang mengecek sejumlah kerusakan di tempat-tempat pelanggan yang mengalami kemacetan air PDAM. “Tapi sampai sekarang air PDAM belum mengalir, namun, sembari orang PDAM mengecek kondisi pipa aliran, pihak PDAM juga membagi-bagikan air pada sejumnlah pelanggan yang mengalami kesulitan air,” terangnya.

Bangun Bak Penampung Air
Sementara kantor Bupati Rejang Lebong dan rumah dinas bupati yang juga mengalami kekurangan pasokan air bersih, diatasi Bagian Administrasi Umum Setdakab RL, dengan membuat bak penampungan air.  Kepala Bagian Adm. Umum Setdakab RL, Ismail SPd kepada wartawan, Minggu (11/11) menerangkan, pihaknya membuat bak penampung air, dan seluruh bagian pipa dan jaringan di kantor Pemkab dan Rumah dinas Bupati diperbaiki. Termasuk, pipa yang berada di WC.

“Harapannya agar saat air bersih mengalir tidak ada yang tersumbat, kalau tidak ada air, bagaimana WC mau digunakan,” ujar Ismail.

Bagian Umum, lanjut Ismail, juga melakukan pemasangan jaringan pipa baru sebagai pipa penghubung aliran dari pipa utama milik PDAM RL yang berada di pinggir Jalan S. Sukowati Curup dan pipa penghubung antar bak penampung dengan sumber air di aliran air merah. “Jika pipa–pipa tersebut sudah kita pasang, mudah-mudahan kedua sarana milik pemerintah tersebut tidak lagi kesulitan air bersih. Walaupun PDAM RL melakukan pemutusan bergilir,” ujar Ismail.

Selain itu, Ismail juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan memberdayakan kembali sumur-sumur lama yang sudah tidak terpakai yang ada di lingkungan kantor Pemkab. “Sumur-sumur itu kita tinjau ulang, mana yang masih layak pakai maka akan kita gali kembali dan di pasang alat pompa air dan dihubungkan langsung ke bak penampung yang telah kita sediakan,” tegas Ismail.

Hanya saja, Ismail juga sangat berharap agar seluruh Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Kantor Pemkab Rejang lebong memiliki kesadaran untuk dapat memanfaatkan air bersih tersebut dengan bijaksana. “Jika sudah dipakai harap kran juga dimatikan. Sehingga kita bias memaksimalkan penggunaan air bersih itu sendiri,” tegas Ismail. (999)