Musdalub Demokrat BENTROK

BENGKULU, BE – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Hotel Nala Sea Side Pantai Panjang tak membuahkan hasil. Panitia penyelenggara dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari beberapa kabupaten dan pengurus DPD sempat terlibat adu fisik.

Bahkan Wakil Ketua DPP Demokrat Jhony Alen Marbun nyaris jadi bulan-bulanan kelompok yang menolak Musdalub.
Kelompok penolak Musdalub mayoritas berasal dari pendukung setia Murman Effendi, Ketua DPD Demokrat Provinsi nonaktif. Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader yang disebut-sebut sebagai calon kuat tak tampak hadir.

Sementara itu kandidat lain Edison Simbolon dan Firdaus Djailani ikut dalam Musdalub
Bentrok bermula saat pimpinan Musdalub, M Sanif membuka sidang tanpa diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Partai Demokrat. Sanif yang juga pengurus DPP Demokrat tersebut langsung menawarkan mekanisme  pembacaan tata tertib Musdalub. Mendapati hal tersebut, Ketua DPC kabupaten Mukomuko Muharamin  interupsi meminta Musdalub tak dilanjutkan karena menyalahi aturan.

“Kita ini negara Indonesia yang memiliki tata krama. Meskipun ini Musdalub tidak bisa serta-merta kita mengabaikan simbol negara.  Musdalub ini juga terkesan dipaksakan demi kepentingan seseorang,” teriaknya mulai emosi.

Selain itu, Muharamin juga menyampaikanMusdalub belum bisa dilaksanakan karena pengurus 9 DPC se-Provinis Bengkulu belum definitif dan belum dilantik. Diperparah DPC Kota Bengkulu sendiri hingga saat ini belum melakukan Muscab untuk pemilihan kepengurusan yang baru.
“Kalau mau menggelar Musdalub, lantik dulu pengurus DPC 9 kabupaten dan lakukan Muscab untuk DPC Kota Bengkulu, jangan asal Musdalub saja,” ketusnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Musdalub tersebut tidak pernah diusulkan oleh 10 DPC kabupaten dan kota ke DPD atau pun sebaliknya DPD tidak pernah menawarkan Musdalub kepada DPC.  “Musdalub ini dipaksakan oleh orang yang memiliki kepentingan. Tidak ada kata lain kecuali dibatalkan,” tandasnya.

Sanggahan serupa juga disampaikan pengurus DPD, Finandi. Ia mengatakan Musdalub tersebut tidak bisa dilanjutkan, mengingat ketua DPD Demokrat Provinsi Bengkulu nonaktif Murman Efendi tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kasus yang melilitnya.
“Kasus ini sama seperti Plt Gubernur Bengkulu yang hingga saat ini belum bisa dilantik menjadi gubernur karena Agusrin masih PK. Demikian juga dengan kasus ini Murman hingga saat ini masih mengajukan PK dan belum ada keputusan yang berkekuatan hukum,” sampainya.

Melihat pembicaraan telah panjang lebar dan mulai memanas, Wakil Ketua Umum DPP Demokrat, Jhonny Allen Marbun  pun maju kedepan untuk memberikan klarifikasi.

“Ini adalah acara Musyawarah Daerah Luar Biasa, jadi pembukaannya langsung ke acara inti tanpa harus dengan lagu kebangsaan atau pun mars Demokrat,” terang Jhonny.

Mendapati penjelasan tersebut, para pengurus yang tidak menerima Musdalub langsung naik pitam dan mengebrak meja. Tidak cukup sampai di situ, hampir sebagian peserta Musdalub langsung berlari ke depan dan menyerang Jhonny Allen Marbun. Pihaknya yang menginginkan Musdalub pun tak tinggal diam, bentrok pun tak terhindarkan. Bahkan meja kaca di depan kursi Jhonny Allen pun dihantam peserta Musdalub hingga pecah berserakan di lantai.

Untung saja puluhan anggota Polres Bengkulu yang telah berjaga-jaga dalam ruangan cepat mengamankan amukan tersebut sehingga Jhonny Allen Marbun dapat diselamtakan. Pun begitu anggota DPR RI itu nyaris tersungkur akibat dorongan beberapa peserta yang tidak terima Musdalub.
Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK pun langsung mengambil alih untuk menenangkan peserta Musdalub tersebut.

“Saya minta semua peserta duduk pada tempatnya, kami tidak akan terlalu jauh mencampuri urusan ini, kami hanya menjaga keamanan agar acara ini dapat berlangsung dengan tertib dan lancar,” ujar Kapolres.

Mendapati hal tersebut, Muharamin dan pengurus Demokrat lainnya pun mulai melunak dan kembali ke tempat duduknya masing. Sidang pun langsung diskor oleh pimpinan sidang.

Selang 1 jam kemudian, tepatnya pukul 11.00 WIB acara pun kembali dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dibacakan salah satu pengusus DPD, Zulakrnain Kaka Jhodo. Usai pembukaan, sidang kembali ditunda untuk melakukan rapat internal di salah satu ruang hotel.
Sekitar pukul 12.30 WIB, rapat internal pun usai dan Musdalub kembali digelar.

Sekretaris Panitia Musdalub yang juga pengurus harian DPD Demokrat, Edi Ismawan pun membacakan hasil rapat internal tersebut yang menyatakan Musdalub ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Demi keamanan maka Musdalub ini ditunda dalam batas waktu yang tidak ditentukan,” sampainya.
Mendapati keputusan tersebut, para peserta yang menolak adanya Musdalub bergembira. Namun 6 orang pengurus DPP dan beberapa pengurus DPC, DPP tidak lagi masuk ke ruang sidang dan menuju ke rumah dinas Edison Simbolon sebelum terbang ke Jakarta.
Namun dari pihak yang menginginkan Musdalub tersebut belum dapat dikonfirmasi, karena langsung meninggal ruangan Musda.

Kerahkan Massa

Sementara itu, ratusan anggota Polres Bengkulu lengkap dengan peralatannya telah siap siaga di sekitar lokasi Musda tersebut untuk mengamankan kemungkinan adanya pihaknya lain yang menerobos untuk mengacaukan acara tersebut. Karena di seberang jalan depan hotel tersebut terdapat ratusan pengurus dan simpatisan Demokrat yang tergabung dalam Forum Penyelamat Partai Demokrat untuk memantau jalannya Musda tersebut.

“Kami sengaja datang ke sini untuk memantau Musdalub ini. Jika tetap dilaksanakan maka tidak menutup kemungkinan kami akan menerobos masuk kedalam,” kata salah seorang anggota Forum Penyelamat Partai Demokrat yang enggan menyebutkan identitasnya.

Ia menyampaikan beberapa waktu lalu pihaknya telah meminta agar DPD tidak melakukan Musdalub, mengingat belum ada kebutuhan yang mendesak untuk dilakukan Musdalub tersebut. Namun tetap dilaksanakan sehingga pihaknya terpaksa untuk turun tangan.

Hadir dalam acara tersebut,  Sekretaris Dewan Pengawas DPP Demokrat Mayjen (Purn) Suaidi Marasabessy SIP MSc dan anggota pengawas DR Agus Abubakar Lc. Selain itu, juga hadri Pengurus DPP,  Wakil Ketua Umum I Jhonny Allen Marbun,  Ketua Departemen Perhubungan Michael Wattimena,  ketua Departemen Pendidikan Nasional Jeffri Riwu Kore dan funsionaris DPP M Sanif.(400)