Musda IX DPD REI Bengkulu

RIO/Bengkulu EkspressMUSDA: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida, Ketua DPD REI Bengkulu Taman membuka kegiatan musyawarah daerah IX DPD REI Bengkulu, Senin (24/6).

Sukseskan Program Sejuta Rumah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Bengkulu mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) IX di Grage Hotel Bengkulu, Senin (24/6). Melalui Musda ini, REI Bengkulu berharap pada tahun ini dapat memacu pembangunan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mendukung Program Sejuta Rumah.

Ketua DPD REI Bengkulu, Taman SE mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu, REI Bengkulu akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mewujudkan program tersebut. “Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang sudah sangat membantu menciptakan perizinan yang lebih pro dunia usaha dan masyarakat,” kata Taman.

Ia menambahkan, peran pemerintah daerah dan bank penyalur seperti BTN, BRI, dan BNI juga harus diperhatikan. Hal ini mengingat dukungan pembangunan dan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya yang bersubsidi adalah dari Pemda dan bank penyalur. “Artinya dalam hal ini komitmen itu selalu terjaga, harapan kami kedepan semoga bisa semakin baik dan target bisa tercapai, masyarakat bisa punya rumah, bank semakin berkembang, pengembang pun otomatis jalan serta pendapatan daerah juga meningkat, yang paling penting terkhusus regulasi dan perizinan dipermudah,” ujar Taman.

Selain itu, kedepan seluruh anggota REI akan membangun perumahan di Bengkulu sesuai dengan tata ruang dari pemerintah daerah. Sehingga diharapkan dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir dan tanah longsor.

“Kita sebagai pengembang harus tahu mana kawasan yang tidak boleh jadi perumahan dan kawasan yang layak menjadi perumahan. Jadi tidak ada keraguan dari kami ketika membeli tanah atau tidak, kita akan sesuaikan dengan tata ruang dari Pemerintah Daerah,” tutupnya.

Ketua DPP REI diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) REI, Totok Lusida mengatakan, selama dibawah kepemimpinan DPD REI Bengkulu, banyak program dari pemerintah pusat yang sudah berjalan dengan baik di daerah. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, REI Bengkulu sudah sukses membangun perumahan murah untuk MBR. Ditambah lagi, secara tidak langsung telah ikut mendorong perkonomian daerah.”Menurut catatan kita sudah sekitar 3.700 unit rumah subsidi yang dibangun oleh REI Bengkulu pada 2018 lalu, itu jumlah yang cukup baik untuk menggerakkan ekonomi daerah,” kata Totok.

Selain itu, berdasarkan data Bank Tabungan Negara (BTN) di Provinsi Bengkulu, jumlah KPR yang macet terbilang sangat sedikit. Bahkan menempatkan Provinsi ini lebih baik daripada satu kabupaten di Jawa Timur dengan kredit macet tercatat lebih dari 2 persen.”NPL (non performing loan) Bengkulu masih mengalahkan kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur, itu artinya market perumahan subsidi di Bengkulu masih sangat baik,” tutur Totok.



Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA berharap, DPD REI Bengkulu bisa memiliki program kerja yang produktif sehingga bisa ikut mendorong pertumbuhan perumahan rakyat di Bengkulu. Dengan tumbuhnya perumahan rakyat, maka diharapkan berkontribusi besar kepada perekonomian daerah.”Saya lihat sekarang ini sudah sangat bagus pertumbuhannya, bahkan dari data teman-taman di REI sudah cukup pesat, ini betul-betul mendorong perekonomian Bengkulu nantinya,” ujar Rohidin.

Meski begitu, Rohidin berharap pembangunan perumahan rakyat juga harus memperhatikan hak-hak masyarakat sesuai dengan tata ruang dan lokasi. Sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan setelah menempati rumah tersebut.

“Kita minta betul kepada pengembang untuk memperhatikan tata ruang saat membangun, jangan sampai daerah yang rawan banjir atau dekat aliran sungai dijadikan lokasi pembangunan, karena kalau terlanjur terbangun dan harus dipindahkan akan memerlukan biaya yang tidak sedikit,” tutupnya.(999/pkt)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*