Muscab Demokrat Terbelah

BENGKULU, BE – Muscab (Musyawarah Cabang) DPC Demokrat Kota Bengkulu memanas. DPAC (Dewan Pengurus Anak Cabang) Partai Demokrat Kota Bengkulu dikabarkan terpecah menjadi dua kubu. Setidaknya ada 6 DPAC dari 8 DPAC memiliki 2 kepengurusan. Kubu tersebut merupakan pengurus DPAC yang SK (Surat Keputusan) pengurus sahkan Ketua DPC Kota Edison Simbolon, dan kubu DPAC yang SK kepengurusannya disahkan oleh pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi. Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Ir Riza Nisbach membantah bila Demokrat terpecah belah menjadi dua. Dia mengatakan adanya dualisme kepengurusan DPAC disebabkan karena proses verifikasi yang dilakukan DPD Partai Demokrat. Berdasarkan AD/ART Partai Demokrat hasil kongres Bandung, setiap kepengurusan DPAC SK-nya dikeluarkan oleh DPD.” Mengapa ada dua, itu sebenarnya bukan dualisme. Tetapi hanya penyesuaian AD/ART hasil konggres Bandung. Dimana yang berhak mengeluarkan SK DPAC adalah 2 jenjang diatasnya, yaitu DPD,” katanya. Dia mengatakan untuk menindak lanjuti hasil kongres Bandung, DPD Provinsi Bengkulu meminta DPC mengusulkan nama-nama pengurus DPAC. Sedangkan DPC Kota yang diketuai Edison Simbolon menyerahkan pengurus DPAC, bukan berdasarkan Musrancab (Musyawarah Ranting Cabang). ” Nama yang diajukan DPC Kota, tidak sesuai dengan hasil Musrancab. Dari pada terjadi kisruh, DPD mengambil kebijakan pengurus DPAC dikembalikan berdasarkan Musrancab,” jelasnya. Sedangkan kubu Edison Simbolon telah membentuk pengurus DPAC di luar hasil Musrancab, berdasarkan SK-yang dia tanda tangani. Menurut DPD Demokrat Provinsi, SK kepengurusan DPAC yang ditanda-tangani Edison Simbolon tidak sah, karena tidak sesuai dengan AD/ART hasil konggres Bandung. ” Kalau tidak mengikuti berarti dia (Edison) tidak mengakui hasil konggres Bandung,” ujarnya. Kondisi ini memanas karena menjelang Muscab DPD Kota yang diselenggaran Edison Simbolon. Karena bakal mempengaruhui pemilik hak suara yang sah. Edison diperkirakan bakal kehilangan 6 suara DPAC yang dianggap sah oleh DPD, karena pengurus DPAC versi DPD pernah dibekukan oleh Edison. Sedangkan 6 DPAC versi Edison Simbolon dituding tidak sah, karena tidak sesuai dengan AD/ART. ” Semua agenda partai harus dilakunan berdasarkan AD/ART,” tandasnya.

Di sisi lain, Muscab DPC Demokrat Kota Bengkulu diduga illegal karena belum mendapatkan SK penyelenggaraan Muscab dari DPP Demokrat. Pengurus DPC Demokrat menyelenggarakan Muscab tanpa koordinasi DPD dan DPD. ” Pelaksanaan Muscab besok (hari ini) tidak ada koordinasi dengan DPD Demokrat Provinsi. Baru, kemarin (Kamis/9/2) kami (Pengurus DPD) mendapatkan surat pemberitahuan,” katanya. Padahal seharusnya, DPC Demokrat Kota bertugas melakukan perencanaan Muscab. Kemudian berkoordinasi dengan DPD Demokrat Provinsi. Setelah itu, DPD menyampaikan persetujuan tanggal kepada DPP Demokrat. ” Karena Muscab itu harus dihadiri oleh pengurus DPP, sehingga harus disesuaikan jadwalnya (Pengurus DPP). Tidak bisa tiba-tiba melaksanakan Muscab,” ujarnya. Sementara itu, dikabarkan ada 3 kandidat yang bakal bertarung dalam memperebutkan kursi Ketua DPC Kota antara lain Edhi Ismawan, Oktoberto, dan Edison Simbolon. ” Wajar saja kalau panas, karena di Kota ini sebagai representatif politik,” pungkas Riza.(100)