Mulai Juli, 2,6 Juta Guru Diuji Kualitas

JAKARTA, BE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana menggelar ujian bagi seluruh guru sekolah di Indonesia. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan ujian tersebut dilaksanakan untuk memetakan kualitas guru dalam lingkup nasional. “Ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan dan pengembangan kapasitas guru,” kata Syawal. Ujian pemetaan kualitas itu akan dilaksanakan mulai akhir Juli. Semua guru baik bersertifikat maupun tidak diwajibkan mengikuti ujian tersebut. Kementerian mencatat setidaknya ada 2,6 juta guru tingkat SD, SMP, dan SMA yang wajib mengikuti ujian tersebut. Ujian rencananya dilakukan bertahap. “Tahapnya bisa sesuai jenjang atau per daerah,” katanya. Guru-guru akan disodorkan pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda. Dari soal-soal itu Kementerian akan menguji dua hal, kemampuan mengajar dan penguasaan materi. Dari hasil ujian Kementerian berharap akan muncul peta kualitas guru. Peta itu nantinya akan dijadikan acuan untuk pemerintah menyusun program pengembangan kapasitas. “Selama ini belum ada acuan,” ujar Syawal. Soal dalam bentuk pilihan ganda ini dikritik oleh Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti. Ia mengatakan soal pilihan ganda tak mampu menangkap kualitas guru secara komprehensif. Aspek kemampuan mengajar, kepribadian, dan kemampuan sosial pasti luput dari soal pilihan ganda. “Tidak bisa kemampuan mengajar disamaratakan dalam soal bentuk pilihan ganda,” kata Retno.(**)