Mulai Aman, Kriminalitas Turun

Polisi Mencair ke PasarĀ 

Kapolres Bengkulu saat mengobrol dengan pedagangBENGKULU, BE– Program Polisi mencair yang dilakukan Polres Bengkulu ke titik-titik yang dianggap rawan terjadinya tindakan kriminalitas sepertinya mulai membuahkan hasil. Hal ini terbukti dari mencairnya sekitar 300 anggota Polres ke Pasar Panorama untuk yang ketiga kalinya membuat kondisi Pasar Panorama menjadi aman. Tindakan kriminalitas mulai berkurang serta para Pedagang yang ada di dalam mulai ramai pembeli.
Kemarin (07/05) sekitar pukul 09.00 WIB usai apel pagi, anggota Polres tiba di Pasar Panorama dan mencair di masyarakat, terutama pedagang. Anggota ini langsung dipimpin oleh Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIk.
Semenjak Polres rutin berkunjung ke Pasar Panorama, memang kondisi Pasar Panorama pasca penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) beberapa waktu lalu memang jauh lebih baik. Pasar jauh lebih bersih, Pedagang Kios di dalam pasar juga ramai pembeli. Selain itu, untuk keamanan juga lebih kondusif. Hal ini diungkapkan oleh beberapa pedagang yang ada di Pasar Panorama.
“Kami merasa sangat senang dan aman sekali dengan masuknya pak Kapolres beserta anggotanya ke Pasar Panorama, kami pedagang yang didalam ini merasa enak dan permintaan kami pedagang yang diluar ini untuk bisa ditertibkan juga,”kata salah satu pedagang sayur di Pasar Panorama Sinaga.
Ditambahkan Sinaga, dengan datangnya anggota Polisi ke Pasar Panorama, pedagang yang masih membandel berjualan di pinggir jalan dan trotoar menjadi takut untuk berjualan diluar sehingga kembali masuk kedalam. Dengan kondisi ini, tentunya akan menguntungkan pedagang yang patuh berjualan di dalam pasar. Bahkan, pihaknya juga meminta Polisi serta Satpol PP untuk bisa selalu menertibkan pasar. Sehingga tidak ada lagi pedagang yang berjualan di badan jalan.
“Kalau dalam segi keamanan, relatif aman kami di dalam ini, semenjak polisi sering ke Pasar kehilangan barang sudah tidak terjadi lagi,”imbuhnya.
Lanjutnya, sebelumnya pihaknya pernah kehilangan barang saat malam hari, namun pada bulan ini kehilangan barang tidak terjadi. Karena itulah, pihaknya berharap untuk kedepannya Polres selalu datang ke Panorama, minimal satu kali dalam seminggu. Namun, jika Polres datangnya tidak rutin, pihaknya khawatir PKL yang membandel akan selalu main kucing-kucingan dengan aparat. Saat Polisi datang ia masuk ke dalam pasar, namun saat polres telah pergi, mereka kembali lagi berjualan di badan jalan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pedagang Pakaian Maya (50), ia juga sangat berterima kasih dengan Kapolres beserta jajarannya yang sudah mau berkunjung ke Pasar Panorama, bukan hanya berkunjung, tapi juga mendengarkan keluhan masyarakat terutama pedagang.
“Kami sangat berterima kasih sekali ada perhatian dari pak kapolres, saat ini alhamdulillah dalam 2 minggu ini, sejak polisi masuk pasar, tidak ada kemalingan,”ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIk mengatakan kegiatan Polres ke Pasar Panorama tersebut memang suatu kegiatan yang sudah diagendakannya.
“Ini termasuk program, yang pertama itu nawacipta yang berarti menghadirkan kembali negara ke tengah-tengah masyarakat dalam rangka mengayomi masyarakat,”kata kapolres.
Masih kata kapolres, kegiatan mengayomi masyarakat inilah yang dilakukan oleh Polres Bengkulu, kegiatan ini disebut dengan program Polisi Mencair. Maksud dari polisi mencair yakni, polisi yang membaur ke tengah masyarakat. Apalagi titik-titik yang dianggap memiliki kerawanan yang tinggi.
“Kalau Pasar Panorama ini kita anggap banyak kerawanan , karena semua kepentingan ada di sini. Makanya kita coba mendalami, apa permasalahan di Pasar,”ungkapnya.
Lanjutnya, ada beberapa masukan serta keluhan yang disampaikan para pedagang padanya, yakni menerima masukan berkaitan dengan keadaan pasar. Jika keluhan masyarakat itu adalah tugas Polisi, maka pihaknya akan tindak lanjuti. Seperti keluhan pedagang di dalam yang mengeluhkan pedagang yang diluar yang selalu membandel.
“Ini akan kita tertibkan, memang trotoar dan jalan itu peruntukannya sesuai dengan perundangan lalu lintas bukan sebagai tempat jualan. Smenetara ini selalu kita himbau untuk masuk kedalam,”tuturnya.
Namun, jika kenyataannya jika pedagang terus membandel berjualan di badan jalan, maka pihaknya terpaksa menindak tegas. Untuk tempatnya tidak selalu monoton di Panorama, tapi juga ditempat lain seperti Pasar Minggu, Pagar Dewa serta yang lainnya. Namun, saat ini masih tetap di Panorama. (927)