Mukomuko Terima Penghargaan AKI 2020

Budi/BE
Reward dan penghargaan kepada Maknuyah, warga Kabupaten Mukomuko dari Kemendikbud RI.

MUKOMUKO, BE – Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali menorehkan prestasi dan lebih dikenal hingga ke tingkat pusat. Ini setelah warga Desa Dusun Baru Kecamatan Air Dikit atas nama Maknuyah dinobatkan atau digelar sebagai Maestro Bidang Seni Tradisi 2020. Gelar yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada momen Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2020.

”Se-Indonesia, hanya lima daerah yang mendapatkan penghargaan ini. Salah satunya warga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu,” sampai Perwakilan Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Arifin SAP.

Disampaikannya, Maknuyah selain mendapatkan reward berupa pin emas 18 karat seberat 5 gram dan piagam penghargaan dari Mendikbud. Pemerintah RI juga memberikan dana per tahun. Ini sebagai bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah terhadap Maestro Seni Tradisi, pada sisi kesejahteraan sosial. Yakni berupa uang Rp 25 juta per tahun dan diberikan seumur hidup.

“Maknuyah mendapatkan bantuan uang tunai Rp 25 juta setiap tahun untuk seumur hidup. Karena, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan sosial,” katanya.

Arifin berharap, dengan adanya penghargaan itu, semangat Maknuyah dalam membina, melatih dan melestarikan seni tradisi Gandai di Mukomuko, tidak memudar. Apalagi penghargaan yang diraih Maknuyah, Maestro, merupakan penghargaan tertinggi dan jarang diraih. Sebab, yang terbanyak, hanya pada tingkatan pelopor dan pelestari.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mukomuko Haidir SIP didampingi Kadisdikbud Drs H Ruslan MPd menyampaikan, yang telah diraih Maknuyah, tidak terbayangkan sebelumnya. Jangankan bagi keluarga, bahkan tidak terbayangkan oleh Pemkab Mukomuko. Apalagi, peserta seleksinya se-Indonesia, mencapai 300 daerah. Pemkab sangat salut dan mengapresiasi dengan konsistensi Maknuyah. Meski sudah berusia 64 tahun, namun masih mempunyai semangat yang luar biasa.

“Perolehan ini sangat luar biasa. Dari ratusan kabupaten/kota, hanya lima yang berhasil. Salah satunya dari kabupaten Mukomuko daerah yang paling ujung di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Selain itu, Maknuyah juga sudah banyak berperan, hingga saat ini. Meski sudah berusia lanjut, ia masih semangat dan energik, kapan saja dan dimana saja, siap melatih. Bahkan keberhasilan pencatatan rekor Muri Tari Gandai Massal tahun 2019 lalu, tidak terlepas dari peran serta Maknuyah.

“Tari Gandai tercatat sebagai warisan budaya tak benda. Kemudian berhasil mendapatkan rekor Muri. Dan sekarang, Tari Gandai ini, ada yang memperoleh gelar Maestro. Jadi kita sangat bangga atas prestasi ini,” tambah Ruslan. (900)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*