Mukomuko Nihil Kasus Covid-19, Pengawasan Pendatang Masih Ketat 

Bustam Bustomo,SKM : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Mukomuko, menyatakan di daerah Mukomuko tidak ada atau nihil pasien Covid-19 karena semuanya telah dinyatakan sembuh.

“Pasien dalam pengawasan (PDP) di daerah ini pernah berjumlah sebanyak sembilan orang, dan sudah selesai semua pengawasan terhadap orang ini. Kini tidak ada lagi pasien dalam pengawasan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo di Mukomuko, Senin (29/6).

Bustam yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Mukomuko menambahkan, begitu juga dengan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Bustam Bustomo, dari berjumlah sebanyak 131 orang, sekarang tidak ada lagi ODP sejak beberapa minggu terakhir.

Ia mengatakan, yang masih ada sekarang ini adalah PPT atau pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. Karena tidak mungkin pemerintah setempat melarang orang yang balik dari Kota Bengkulu maupun Provinsi Sumatera Barat.

“Jumlah PPT baik dari Kota Bengkulu maupun Provinsi Sumatera Barat juga tidak sebanyak sebelumnya,” ujarnya.

Ia menyatakan, meskipun aktivitas pengawasan kedatangan orang maupun kendaraan dari dan luar daerah ini yang melalui di posko penanganan Bustam Bustomo, di perbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dihentikan, tim gugus tugas tetap memperketat pengawasan di tingkat desa.

Dinas Kesehatan melalui seluruh puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini bekerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti pihak kecamatan, pemerintah desa, bhabinkamtibmas, babinsa dan polsek melakukan pengawasan kedatangan orang di daerah ini.

“Tim gugus tugas penanganan COVID-19 di tingkat desa ini masih melaporkan kegiatannya dalam melakukan pengawasan kedatangan orang dari dan luar daerah ini kepada gugus tugas penanganan COVID-19 tingkat kabupaten setiap setiap hari,” pungkas Bustam.(en)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*